Era Normal Baru, Saat Tepat untuk Gaya Hidup Minimalis?

Ilustrasi
Ilustrasi

Adanya pandemi membuat orang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Gara-gara itu pula mereka jadi punya waktu untuk merapikan barang-barang yang tadinya hampir tidak tersentuh karena kesibukan.

Menariknya, kegiatan beres-beres ini kadang membuat kita sadar, betapa banyaknya barang yang sudah tidak terpakai. Alhasil, ruangan pun jadi terkesan sempit dan berantakan.

Itulah mengapa, momen ini sebenarnya bisa jadi kesempatan untuk kamu yang ingin berubah. Pertanyaannya, apa yang ingin diubah?

Pernah terpikir untuk menjalani hidup minimalis enggak? Saat ini tren hidup minimalis malah digemari orang-orang sukses. Salah satu contohnya Bos Facebook Mark Zuckerberg. Meski duitnya enggak berseri, dia justru ingin selalu terlihat minimalis.

Baca: Seperti Apa sih Gaya Hidup Minimalis yang Katanya Bisa Bikin Bahagia

Pengen kayak mereka? Tunggu dulu. Sebelum memutuskan untuk beralih ke gaya hidup ini, ada beberapa hal yang harus kamu pahami dulu.

Apa saja? Simak yuk ulasan dari thebalance.com berikut ini.

Rapikan Barang

Menjalani gaya hidup minimalis artinya kamu hidup dalam kesederhanaan atau tidak berlebihan. Semakin sedikit barang-barang yang kamu beli dan miliki, berarti semakin sedikit juga biaya untuk membersihkan, merawat, atau memperbaiki barang-barang tersebut.

Rapikan Pengeluaran

Menjalani hidup minimalis akan membuatmu semakin bijak dalam menggunakan uang. Kamu akan lebih paham mana yang menjadi prioritas dalam keuanganmu sehingga kamu akan membelanjakan uangmu dengan cermat.

Selain dapat menyehatkan kondisi keuanganmu, hidup minimalis juga bisa mendatangkan kerugian jika tidak dijalani dengan benar. Ingat, terapkan prinsip bahwa "ada harga, ada kualitas". Kamu harus cermat membeli barang-barang agar tidak berujung pemborosan.

Jika memang barang yang ingin kamu beli sangat dibutuhkan dan akan digunakan untuk jangka panjang, belilah barang yang kualitasnya sudah teruji meski lebih mahal. Selain itu, hindari membeli barang bekas untuk penghematan, karena ketahanannya untuk jangka panjang diragukan.

Rapikan Utang

Keuntungan lainnya yang juga dapat memberikan dampak positif bagi keuanganmu adalah soal utang. Gaya hidup minimalis mendorongmu untuk hidup bebas dari utang. Misalnya, kamu jadi bisa menabung lebih cepat untuk membeli hunian yang lebih murah karena tidak membutuhkan hunian berukuran besar.

Pelan-Pelan Aja

Meski demikian, untuk memulai hidup minimalis, memang tidak bisa instan. Butuh proses dan kesabaran. Kamu tentu harus menyingkirkan dulu semua barang-barang yang dirasa tidak dibutuhkan. Proses ini harus dilakukan secara hati-hati, sebab salah langkah hanya akan membuatmu lebih boros.

Coba bayangkan, saat barang-barang yang kamu rasa tidak terpakai sudah disingkirkan, eh tau-taunya masih kamu butuhkan, tentu jadi harus membelinya lagi, kan? Ujung-ujungnya duit lagi deh.

Itulah mengapa, beberapa poin di atas harus kita pahami dulu dengan baik. Jika kamu bisa menjalaninya, wah dijamin deh pasti ada yang beda dengan saldo kamu.

Kamu jadi bisa menyisihkan gaji untuk simpanan dan investasi—sesuatu yang sangat penting untuk masa depan. Ini pula yang menjadi dasar orang-orang sukses selalu ingin hidup sederhana.

Menurut mereka, menikmati hari tua dengan adanya simpanan dan investasi adalah mimpi yang harus dikejar. Kamu pun bisa seperti mereka. Maka dari itu, yuk ubah gaya hidup kita.

Tekan pengeluaran dengan gaya hidup minimalis. Mulailah menabung dan berinvestasi. Usahakan kamu sudah pisahkan dari gaji.

Kamu bisa memulainya dengan ikut Tabungan Berencana seperti Tahapan Berjangka di BCA. Kenapa? Karena setoran bulanannya bisa dimulai dari Rp500 ribu saja. Suku bunganya juga lebih tinggi di atas rata-rata tabungan biasa.

Jadi kalau ada yang lebih menguntungkan, mengapa tidak menabung di Tahapan Berjangka?

Buka Tahapan Berjangka juga enggak ribet kok. Kamu bisa melakukannya dari rumah.

Lihat di sini untuk cara buka Tahapan Berjangka BCA di KlikBCA.