Faktor-faktor Internal dan Eksternal yang Membuat Investor FOMO

Ilustrasi
Ilustrasi

Umumnya, FOMO identik dengan gaya hidup. Tapi sekarang, jebakan FOMO juga berbahaya untuk para investor. Kok bisa? Kita bahas yuk.

FOMO alias Fear of Missing Out adalah perilaku seseorang yang takut melewatkan suatu hal menarik. Contohnya, kamu membeli suatu barang karena orang lain membeli barang tersebut, atau kamu berlibur ke suatu tempat karena banyak orang pergi ke tempat tersebut, dan lain-lain.

Nah, seperti disebutkan di awal, perilaku FOMO ini juga berbahaya untuk para investor. Serangan FOMO bisa datang dari mana saja, baik internal maupun eksternal.

Faktor Internal yang Membuat Investor FOMO

Biasanya, pemicu FOMO datang dari internal alias diri sendiri. Ada 3 perilaku FOMO yang paling sering dialami investor tanpa disadari:

1. Serakah untuk mendapatkan profit besar dengan cepat
2. Takut ketinggalan momen tidak dapat profit
3. Iri pada mereka yang sudah profit

Ketiga perilaku di atas biasanya membuat seorang investor tidak sabar dan nekat ikut membeli investasi yang tidak sesuai dengan profil risikonya. Padahal perlu kamu ingat, berinvestasi dengan emosi sangat berisiko membuatmu rugi.

Faktor Eksternal yang Membuat Investor FOMO

Selain internal, ada beberapa faktor eksternal yang dapat mendorong seorang investor tanpa disadari terjebak dalam perilaku FOMO:

1. Fluktuasi Harga

Fluktuasi harga yang tinggi berpotensi membuat investor khawatir dan takut kehilangan peluang keuntungan. Terutama ketika ada emiten yang sedang naik, mereka cenderung tergesa-gesa membeli tanpa menganalisa faktor-faktor lain.

2. Keuntungan berturut-turut

“Kemenangan” yang terjadi berturut-turut, terutama saat trading, justru dapat memunculkan rasa terlalu percaya diri. Hal ini berisiko membuat investor jadi gegabah dan serakah sehingga sulit mengontrol diri.

3. Kerugian berturut-turut

Sebaliknya, kerugian yang terjadi berturut-turut juga dapat memunculkan rasa cemas karena harus mengembalikan kerugian tersebut. Investor jadi terdorong untuk bertindak di luar rencananya.

4. Berita dan isu

Pengaruh dari berita dan isu tertentu juga dapat mendorong investor khawatir bahwa berita tersebut akan menggerakan harga pasar dan pelaku pasar bisa kehilangan peluang untungnya.

5. Media Sosial

Salah satu kesalahan terbesar seorang pelaku pasar saat trading adalah menelan informasi dari media sosial sebagai dasar keputusan tanpa melakukan analisis lebih lanjut.

Itulah tadi faktor internal dan eksternal yang dapat memicu seorang investor terjebak sikap FOMO. Memang tidak ada formula khusus untuk mengendalikan atau menahan terjadinya FOMO.

Setiap pelaku atau investor harus punya caranya masing-masing untuk menahan diri. Salah satu caranya adalah dengan mengingat kembali bahwa profil risiko setiap orang berbeda-beda. Dengan mengetahui profil risiko, setidaknya kamu bisa tahu batasan-batasan investasi yang dapat kamu lakukan.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.