Hal-hal yang Bikin Kinerja Reksa Dana Naik Turun

Betul, enggak?
Betul, enggak?

Investor yang baik adalah investor yang tahu kapan produk investasinya berpotensi naik dan kapan berisiko turun. Nah, kira-kira apakah kamu tipe investor yang seperti itu?

Seperti kita ketahui, setiap produk investasi pasti punya risiko. Tak terkecuali semua jenis reksa dana.

Lantas kira-kira apa saja sih yang berpotensi mempengaruhi kinerja reksa dana? Kita simak berdasarkan jenisnya yuk.

1. Reksa Dana Pasar Uang (RDPU)

Dibanding lainnya, reksa dana pasar uang disebut-sebut cenderung lebih stabil kinerjanya. Sebab reksa dana jenis ini mayoritas menempatkan dana investor pada deposito dan obligasi yang jatuh temponya pendek, misalnya seperti kurang dari 1 tahun.

Seperti kita tahu, deposito membayar bunganya secara tetap. Pergerakan RDPU pun jadi stabil, kecuali ada perubahan pada suku bunganya. Kalau suku bunga naik, suku bunga deposito juga naik, begitu pula sebaliknya.

2. Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT)

Jenis reksa dana ini mayoritas dana investornya ditempatkan di obligasi. Nah, harga obligasi ini bisa naik turun. Tapi obligasi kerap diminati investor saat ekonomi sedang lesu. Hal ini bagus untuk RDPT karena potensi kenaikannya akan meninggi.

3. Reksa Dana Campuran (RDC)

Karena campuran reksa dana ini juga bisa dipengaruhi kondisi obligasi dan surat utang. Namun mayoritas dana investor RDC itu ditempatkan pada instrumen saham, jadi ya risikonya pun ikut fluktuatif.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.