Investor Perlu Lakukan Hal Ini Ketika IHSG Jatuh

investasi
investasi

Tak ada yang tahu pasti kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan seperti apa setiap hari. Para pengamat hanya bisa membuat proyeksi, namun itu pun bukan jaminan. Namun, ada mazhab yang populer, ketika indeks sedang turun, sebaiknya borong saham karena harga sedang murah. Tepatkah?

"Cash is the king itu kalau big crash, sekarang tidak ada indikasi pasar akan crash," jelas investor saham Sem Susilo dikutip Kontan. Belum lagi, fundamental ekonomi Indonesia cukup kuat. Sejumlah komponen perekonomian global juga masih dalam kondisi wajar.

Jadi, penurunan yang terjadi hanya bersifat situasional akibat tensi perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. Sehingga, logikanya, situasi seperti saat ini hanya bersifat sementara. Sebab, kalau perang dagang dua negara berlangsung, ekonomi mereka sendiri yang akan rusak.

Apakah dua negara kiblat perekonomian itu mau perekonomiannya hancur? Tentu tidak. Berdasarkan pertimbangan tersebut, Sem masih memegang mazhab saatnya borong saham ketika IHSG jatuh. Tapi, tetap pakai aturan, sisihkan 50% modal investasi untuk belanja awal.

Sisa 50% untuk cadangan. "Sisa 50% untuk cadangan satu kali average down kalau harga sudah turun 20% dari modal. Kalau akumulasi saham sehat yang dibuang karena panik, rasio cadangan satu kali average down sudah cukup, karena saham sehat di harga dasar tentu sulit turun 20%," jelas Sem.

Cadangan modal ini bisa dimanfaatkan untuk trading cepat harian mengikuti momentum pasar. “Itu investasi yang sehat,” pungkasnya.