Jangan Tunggu Gaji Gede untuk Mulai Investasi

Ilustrasi
Ilustrasi

Kebanyakan anak muda sudah cukup melek terhadap informasi keuangan. Mereka juga memiliki pengetahuan soal produk-produk keuangan.

Namun sayangnya, soal berinvestasi, mereka cenderung menunda. Alasan paling jamak, mereka cenderung menunggu memiliki gaji besar dulu baru memulai berinvestasi.

Dari hasil riset IDN Research Institute, misalnya, generasi milenial Indonesia hanya menyisihkan 2 persen dari penghasilan bulanan untuk berinvestasi. Riset Alvara juga menunjukkan keinginan milenial untuk berinvestasi masih kecil. Hanya 1,5 persen milenial yang menginvestasikan dananya di saham dan 1,3 persen milenial berinvestasi di reksa dana.

Farnoosh Torabi, pakar personal finance, menyebut kebanyakan milenial masih memiliki mental menunggu bila terkait investasi. Mental ini bisa dilihat dari beragam alasan kenapa generasi ini menunda berinvestasi. Misalnya saja, “gajiku belum besar”, “aku akan berinvestasi jika sudah punya banyak uang”, dan “saat ini, aku belum bisa berinvestasi”.

Torabi bilang, menunda berinvestasi di usia muda merupakan satu kesalahan yang fatal dilakukan. Saat kamu masih muda, Torabi menambahkan, berinvestasi bukan soal besaran uangnya, melainkan soal menciptakan kebiasaan.

“Masa muda adalah tahap awal untuk membiasakan berinvestasi,” jelas Torabi.

Nah, ketika kamu sudah terbiasa dan penghasilanmu mulai meningkat, kamu sudah bisa berinvestasi lebih banyak. Nilai plusnya, keuntungan investasi sejak dini lebih besar sekalipun kamu memulainya dengan dana kecil. Dana yang sedikit bila rutin diinvestasikan sejak kamu berusia 25 bakal punya timbal balik keuntungan lebih besar ketimbang berinvestasi dana besar di usia 35.

Suze Orman, seorang pakar personal finance lainnya, setuju bahwa berinvestasi tak perlu menunggu punya gaji besar. Menurutnya, kunci punya kebebasan keuangan di masa depan adalah berinvestasi sejak masih muda. Berinvestasi bukan soal besar uangnya, melainkan seberapa sering kamu berinvestasi.

Bayangkan saja bila kamu menyisihkan Rp500 ribu dari gaji bulanan untuk berinvestasi sedari kamu berumur 25 tahun. Dalam 5 tahun, uang yang kamu investasikan sudah mencapai Rp35 juta. Lalu, bila dana investasi kamu tambah saat gajimu bertambah, tentu saja nilainya akan melonjak saat usiamu sudah 40 tahun.

“Nilainya sangat banyak dari yang kamu bayangkan,” kata Torabi.

Nah, bagaimana? Yuk mulai berinvestasi sejak dini ya. Jangan menunggu punya gaji gede. Kamu bisa memulai berinvestasi Reksa Dana Pasar Uang di WELMA BCA. Klik tautan ini untuk info lengkapnya. Ada cachback-nya juga lho.