Jenis SBN Ritel Mana yang Paling Oke, SBR, ORI, SR, atau ST?

Infografik
Infografik

Dalam beberapa tahun belakangan, Surat Berharga Negara (SBN) memang jadi salah satu instrumen investasi yang sangat diminati masyarakat. Selain risiko yang lebih rendah, instrumen yang satu ini juga dilindungi Undang-undang sehingga menjamin investor mendapat keuntungan.

Di sisi lain, SBN juga sangat penting untuk menutupi kebutuhan biaya belanja negara. Sebab dana segar dari masyarakat tersebut dapat digunakan pemerintah untuk membiayai anggaran negara.

SBN terdiri dari Surat Utang Negara (SUN) yang bersifat konvensional dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). SBN konvensional terdiri dari SBN ritel yaitu untuk pembeli individu atau perseorangan dan SBN nonritel.

Beberapa instrumen SBN Ritel antara lain Obligasi Negara Ritel (ORI), Savings Bond Ritel (SBR), Sukuk Ritel (SR), dan Sukuk Negara Tabungan (ST).

Berdasarkan keuntungan yang didapat, SBR dan dan ST sama-sama tidak bisa diperdagangkan. Surat berharga ini hanya bisa diperjualbelikan pada saat jatuh tempo, yang biasanya selama 2-3 tahun.

SBR dan ST bisa dicairkan setengahnya ketika early redemption. Jadi bisa dibilang keuntungannya cenderung dari bunga.

Bunganya sendiri tidak fixed atau biasa disebut floating with floor yang artinya bisa bergerak naik bisa juga turun. Namun turunnya pun tetap ada batas bawahnya (floor) sehingga tidak akan merugikan investor.

Sedangkan ORI dan SR sifatnya bisa diperjualbelikan. Bahkan dua bulan setelah kamu beli, bisa langsung dijual.

Tapi harus kamu ingat, harga jual ORI sampai waktu jatuh temponya sangat fluktuatif tergantung kondisi pasar. Terkadang bisa mencapai hingga 105 persen atau juga bisa kurang dari 100 persen. Tapi nantinya, ketika tanggal jatuh tempo tiba, harga ORI pasti akan kembali menjadi 100 persen karena sifat suku bunganya fixed rate.

Itulah mengapa disarankan untuk menjual ORI di Pasar Sekunder ketika harganya sedang mencapai di atas 100 persen agar kamu memperoleh keuntungan berupa capital gain.

Kalaupun kamu tidak ingin menjualnya pun tidak apa-apa. Sebab capital gain atau loss hanya akan terjadi ketika kamu perdagangkan.

Nah, jika melihat rendahnya risiko dan cukup lumayannya potensi keuntungan yang ada, SBN ritel sangat cocok untuk kamu yang baru belajar investasi. Sekarang tinggal kamu mau pilih yang mana deh?

Biar lebih terbayang, simak infografik di atas.

Baca Juga: 5 Alasan Investasi ORI020 Cocok untuk Kamu

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.