Kenapa Reksa Dana Cocok untuk Milenial Pemula?

Ilustrasi menggunakan reksa dana
Ilustrasi menggunakan reksa dana

Sudahkah kamu berinvestasi? Produk investasi apa yang kamu pilih? Atau justru kamu yang ingin bertanya sebaliknya: investasi apa yang cocok untuk pemula?

Dari berbagai media informasi, mungkin kamu mendapatkan salah satu jawabannya adalah reksa dana. Hal ini tidak salah lho. Malah sebenarnya tepat untuk kamu yang belum pernah terjun ke reksa dana.

Lantaran memiliki sifat deversifikasi risiko dan murah, setidaknya ada tiga kelebihan reksa dana. Pertama, bisa dijadikan investasi awal bagi investor pemula. Kedua, cocok untuk mereka yang kurang paham soal investasi.

Keuntungan berikutnya adalah reksa dana juga cocok untuk mereka yang tidak punya waktu untuk mengurus investasi. Semua kelebihan itu membuat reksa dana digandrungi milenial yang sibuk dengan urusan kariernya. Apalagi kemungkinan investor rugi banyak juga lumayan kecil.

Belum lagi dalam investasi reksa dana ada Manajer Investasi (MI) yang bertugas mengelola dana tadi dan melaporkannya secara periodik kepada pihak pemodal. Makin lengkaplah mengapa reksa dana pas untuk kamu, kan?

Nah, bagi kamu yang tertarik menanam uang di reksa dana, sudah tahu mau memilih jenis yang mana?

Simpelnya, ada dua jenis kelompok reksa dana yaitu reksa dana terstruktur dan reksa dana konvensional. Di Indonesia sendiri reksa dana konvensional jauh lebih populer. Apa saja itu?

1. Reksa Dana Pasar Uang

Uang kamu akan diinvestasikan di produk pasar uang yang risikonya rendah, misalnya lewat deposito dan obligasi (surat utang) jangka pendek. Jenis reksa dana ini cocok untuk kamu yang tidak ingin berlama-lama karena investasinya kurang dari setahun.

2. Reksa Dana Pendapatan Tetap

Kalau yang ini lamanya antara 1-3 tahun. Biasanya dana diinvestasikan pada obligasi atau produk keuangan yang keuntungannya cukup stabil dan minim risiko.

3. Reksa Dana Saham

Ini dia yang sedang naik daun, walaupun memiliki risiko paling tinggi dibanding dua jenis reksa dana di atas. Pasalnya keuntungannya juga paling tinggi karena pasar saham bersifat fluktuatif.

Nah, reksa dana ini mungkin lebih cocok buat kamu yang bertipe risk-taker. Selain ada tantangannya, jenis ini juga punya jangka waktu investasi yang cukup panjang. Biasanya sih di atas lima tahun.

4. Reksa Dana Campuran

Sesuai namanya, uang kamu akan diinvestasikan di berbagai jenis investasi baik yang risikonya rendah maupun tinggi. Lamanya investasi antara 3 sampai 5 tahunan.

Oya, selain memilih jenis reksa dana, jangan lupa pilih MI yang tepat ya. Pastikan memilih yang memang bisa dipercaya dan andal merawat uangmu. Kamu bisa kok melakukan pengecekan MI terbaik berdasarkan nilai Asset Under Management (AUM) atau juga berdasarkan track record yang bisa ditemukan di internet.

Nah, kalau tertarik mau membeli reksa dana di bank, kamu wajib membuka rekening dulu dan harus membawa Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) untuk prosesnya. Tenang, buka rekening sekarang gampang kok. Tidak perlu datang ke cabang pula. Cukup mengandalkan ponselmu, sepuluh menit juga beres. Coba klik tautan ini untuk panduan buka rekening secara online.

Kalau sudah, klik tautan ini untuk memilih reksadana yang tepat sekaligus MI yang berkualitas. Saatnya berinvestasi.