Kiat Sukses untuk Investor Pemula

Ilustrasi
Ilustrasi

Keuangan generasi milenial kerap kali menjadi sorotan. Sifat konsumtif mereka dianggap menjadi salah satu masalah serius yang mengancam masa depan mereka. Namun, akhir-akhir ini kesadaran untuk berinvestasi di kalangan milenial mulai timbul.

Informasi mengenai investasi yang semakin mudah diakses, proses pembelian yang semakin mudah, dan modal investasi yang semakin murah membuat sebagian generasi milenial mulai menyisihkan sedikit uangnya ke dalam instrumen investasi.

Jika kamu merupakan salah satu orang yang baru mulai berinvestasi, berikut ini beberapa kiat menjadi investor pemula yang sukses.

Mulai lebih awal

Waktu adalah teman. Semakin awal kamu memulai, maka semakin besar manfaat yang dapat kamu petik dari bunga majemuk dalam jangka panjang. Bunga majemuk merupakan sistem bunga yang awalnya telah melekat, lalu diikutsertakan ke dalam uang pokok.

Misalnya kamu berinvestasi Rp10 juta dengan bunga 5 persen, maka dalam satu tahun uangmu akan bertambah menjadi Rp10.5 juta. Tahun berikutnya, bunga sebesar Rp500 ribu yang didapatkan tahun lalu juga akan menghasilkan bunga dan meskipun jumlahnya lebih kecil namun akan sangat berarti dalam investasi jangka panjang.

Buat variasi saat investasi

Untuk menghindari kerugian, jangan menempatkan semua uangmu di tempat yang sama. Pastikan kamu tidak memilih investasi yang serupa. Misalnya saat membeli saham, jangan membeli saham dari kelas atau bidangi yang sama. Perbanyak variasi saham yang dibeli sehingga akan menghasilkan lebih banyak keuntungan, karena pada dasarnya tidak ada satu bidang yang akan menghasilkan keuntungan terus menerus.

Warren Buffet mengatakan, “Don’t put all eggs in one basket.” Artinya, jangan menyimpan semua uangmu di tempat yang sama sehingga jika risiko buruk terjadi, kamu tidak akan kehilangan semua uangmu.

Setor dan lupakan

Untuk menghindari sisi emosional saat berinvestasi, kamu dapat menerapkan metode auto debet dari rekening penghasilan ke rekening investasi setiap bulannya. Jika semuanya dilakukan secara otomatis, maka kamu akan terhindar dari keraguan atau ketakutan akan mengalami kerugian saat akan menyetorkan uang investasi. Keraguan yang muncul dalam hati dapat menyurutkan niatmu untuk melakukan investasi.

Menetapkan tujuan investasi

Sebelum berinvestasi, kamu harus menetapkan apa tujuan investasi yang diinginkan. Jika untuk jangka panjang, misalnya untuk dana pensiun, maka kamu dapat memilih investasi yang aman untuk jangka panjang. Selain itu, kamu harus konsisten berpegang pada tujuan tersebut hingga nanti tercapai, jangan mudah terpengaruh dengan fluktuasi yang terjadi di pasar investasi dalam jangka pendek jika memang investasi tersebut direncanakan untuk jangka panjang.