Masih Bingung Investasi? Yuk, Tanyakan Langsung ke Pakarnya

Investasi jangan asal-asalan. Dengar dulu pendapat pakarnya.
Investasi jangan asal-asalan. Dengar dulu pendapat pakarnya.

Investasi kadang bikin bingung, apalagi kalau kamu masih awam. Bukan gimana sih, tapi investasi kan menyangkut uang, jadi wajar saja jika kamu ragu dan bingung untuk memulainya.

Soal ini dibahas dalam webinar Smart Talk bertajuk Investasi di Rumah Aja yang diadakan Smart-money.co, Welma, dan Bakti BCA pada Selasa (20/10/2020).

Salah satu narasumbernya adalah Eri Kusnadi, Head of Mutual Fund Distribution PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen. Beliau sudah berpengalaman belasan tahun di bidang investasi, jadi bisa dibilang Pak Eri adalah seorang pakar investasi.

Saat sesi tanya jawab, ada penonton yang melempar pertanyaan melalui kolom komentar yang tersedia. Pertanyaannya seperti ini, “Investasi apa sih yang minim risiko dan bisa untuk jangka panjang?”. Eri menjawab, “Kalau enggak mau risiko, gampang. Obligasi pemerintah dan reksa dana pasar uang.”

Dua model investasi tersebut memang dikenal minim risiko dan cocok untuk pemula. Obligasi negara adalah surat berharga dalam mata uang rupiah maupun valuta asing yang pembayaran bunga dan pokoknya dijamin oleh Republik Indonesia.

Namanya juga dijamin negara dan Undang-Undang, metode ini sudah pasti aman karena tak terpengaruh gejolak pasar. Terakhir, pemerintah menawarkan ORI (Obligasi Ritel Indonesia) 018 dengan bunga 5,7 persen selama durasi 3 tahun.

Sementara, reksa dana adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal, untuk selanjutnya dikelola oleh Manajer Investasi. Karena dikelola oleh profesional, keamanannya lebih terjamin sehingga kamu tidak perlu khawatir jika kamu masih pemula yang terbilang awam soal investasi.

Bagaimana dengan investasi untuk jangka panjang? “Kalau kita mau investasi jangka panjang, justru kita bisa ambil produk yang berisiko. Kalau jangka pendek, jangan ambil yang high risk,” jawab Eri.

Sang pakar melanjutkan, yang penting kita sebagai investor tahu risk profile masing-masing. Profil risiko berperan dalam menentukan seberapa besar risiko yang bisa kamu tanggung.

Singkatnya, dalam berinvestasi, biasanya instrumen yang berpotensi cuan tinggi punya risiko yang juga tinggi. Demikian pula sebaliknya, instrumen dengan risiko kecil juga punya potensi cuan kecil.

Kamu bisa mengambil tes untuk mengetahui profil risiko ini di perusahaan manajer investasi. Dari situ, apa yang kira-kira kamu inginkan dalam berinvestasi

Bagaimana, apa kamu masih bingung dengan seluk beluk investasi? Kamu juga bisa bertanya langsung kepada pakar investasi, lho. Caranya dengan mengisi formulir berikut.

Tenang saja, gratis kok. Kapan lagi dapat nasihat gratis dari pakar? Kami tunggu pertanyaan kamu dari 2 November - 15 November 2020. Tunggu apa lagi, yuk, isi formulirnya.

Indra Rosalia

Rajin ke bioskop sejak umur 5 tahun. Punya prinsip "Mata adalah jendela hati". Menekuni fotografi.