Mau Investasi Saham tapi Enggak Ada Waktu Buat Analisa? Ini Triknya

Banyak orang belum terjun ke investasi saham karena enggak ada waktu untuk belajar.
Banyak orang belum terjun ke investasi saham karena enggak ada waktu untuk belajar.

Siapa di antara kamu yang tergiur cerita manisnya cuan di bursa saham? Terus kenapa masih belum terjun ke bursa efek?

Kebanyakan orang ragu untuk berinvestasi di saham karena tidak punya waktu. Sibuk seharian dengan pekerjaan, membuatnya tidak sempat belajar dan memantau dinamika saham. Padahal hal ini sangat penting.

Seorang investor saham itu harus terus belajar menganalisa dan mengevaluasi kinerja perusahaan. Dengan begitu ia tidak akan sembarangan memutuskan mau beli atau jual saham yang mana.

Masalahnya, belajar sehari dua hari tidak lantas membuat kita jadi seorang expertise. Ingat, para ahlinya saja harus susah payah mendapatkan sertifikasi analis keuangan.

Nah, sebenarnya ada trik untuk tetap berinvestasi di saham meski kamu enggak punya waktu untuk belajar intens. Jawabannya adalah reksa dana. Kenapa?

Seperti pernah dibahas di Smart-Money.co, reksa dana itu bisa menempatkan dananya di mana-mana. Bisa di obligasi, pasar uang, termasuk saham.

Nah, reksa dana itu uangnya dikelola oleh Manajer Investasi. Mereka ini adalah expertise yang bakal mengelola uang investor untuk diinvestasikan ke instrumen tertentu.

Seorang Manajer Investasi itu memiliki standard kualifikasi minimum. Mereka tidak sembarangan dipilih. Prosesnya saja ketat dan berlapis. Wajib lolos ujian sertifikasi, melewati saringan seleksi dari regulator pasar modal, dan lain-lain.

Jadi setidaknya kamu bisa tenang karena uang kamu akan dikelola oleh orang yang ahli. Merekalah yang bakal menentukan saham apa yang mau dibeli, kapan mau dijual, perlukah ditahan, dan lain sebagainya.

Lalu mahalkah kita membayar Manajer Investasi. Ya mahal dong. Apalagi kalau kamu bayar sendiri.

Untungnya prinsip reksa dana adalah uang kamu akan digabungkan dengan uang investor lain. Jadi ringan deh.

Kumpulan dana bersama-sama inilah yang akan dikelola Manajer Investasi hingga menghasilkan keuntungan. Uang kamu akan dicatat oleh pihak independen dari Manajer Investasi yaitu kustodian yang umumnya adalah bank.

Kemudian hasil keuntungannya nanti akan dibagikan ke semua investor reksa dana sesuai dengan nilai investasinya.

Baca: Investasi Reksa Dana Rp100 Ribu Dapat Cuan Berapa?

Nah, sekarang terjawab kan. Dengan reksa dana, kamu bisa berinvestasi di saham meski belum punya waktu dan skill di dunia pasar modal. Tapi bukan berarti reksa dana tanpa risiko ya.

Yuk pelajari risiko reksa dana di artikel Smart-Money.co lainnya.

Daftarkan nomormu di WhatsApp Smart-Money.co dengan mengeklik tautan ini. Biar kami yang kirim artikelnya ke kamu.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.