Mau Kaya seperti Warren Buffett, Lupakan Mitos-Mitos Investasi Saham Ini

Ilustrasi
Ilustrasi

Jika mendengar kata saham, mungkin beberapa di antara kamu membayangkan nilainya yang fluktuatif dan punya risiko besar. Selain itu, mungkin kamu juga membayangkan rumitnya berinvestasi di pasar modal ini.

Ujungnya, kamu jadi enggan memulai berinvestasi saham karena takut kehilangan uang.

Namun, tunggu dulu deh. Pemahaman seperti tadi sebenarnya enggak salah. Tapi enggak seratus persen benar juga. Sebab di balik itu semua, tetap ada imbal baliknya.

Untuk berinvestasi saham sekarang juga enggak ribet kok. Apalagi di era teknologi yang apa-apa serba menggunakan smartphone.

Jadi bisa dibilang, dua hal tadi sebenarnya cuma mitos belaka. Malahan masih banyak mitos lain yang membuat kamu mundur teratur saat memulai berinvestasi.

Apa saja sih mitosnya? yuk kita simak.

Risiko tinggi

Seperti disebutkan tadi, memang benar berinvestasi di pasar modal punya risiko tinggi. Namun, risiko ini berbanding lurus dengan imbal balik keuntungannya.

Risiko tinggi ini bisa jadi kecil ketika kamu berinvestasi saham secara jangka panjang. Saham-saham blue chip biasanya punya kecenderungan naik dalam jangka 3, 5, hingga 10 tahun. Jadi, kamu tidak perlu khawatir soal risiko tadi.

Kamu juga perlu melakukan diversifikasi saham yang kamu miliki untuk meminimalisasi risiko. Prinsipnya, jangan masukkan uang kamu dalam satu keranjang.

Selain itu, kamu perlu membedakan istilah investasi saham dan trading saham. Investasi saham ini biasanya untuk jangka panjang, sementara trading biasanya jangka pendek.

Takut uang di saham hilang

Banyak juga yang masih percaya bila berinvestasi saham bisa rugi banyak. Bahkan, bisa kehilangan uang alias saldo 0.

Jelas hal ini salah. Sebab, saat ini peraturan pasar saham di Indonesia makin ketat dan bagus. Saat ini, untuk bisa berinvestasi saham, kamu perlu memiliki rekening dana nasabah dan rekening efek. Hal ini untuk mencegah praktik culas oknum broker di pasar saham.

Dengan adanya rekening dana nasabah, kamu bisa mengecek uang yang kamu investasikan di instrumen saham. Jadi, benar-benar aman.

Di BCA, kamu bisa membuka Rekening Dana Nasabah BCA dan membuka rekening efek di BCA Sekuritas. Pembukaan dua rekening ini enggak ribet kok dan pasti dijamin aman. Dengan uang Rp1 juta, kamu sudah bisa mulai berinvestasi saham. Cek tautan ini untuk informasi RDN BCA ya.

Investasi saham itu rumit dan ribet

Salah. Investasi saham sekarang sudah jauh lebih mudah. Kamu sudah enggak perlu repot menelepon broker dan menyiapkan dana besar untuk membeli saham.

Saat ini, kamu cukup membuka rekening dana nasabah, seperti RDN BCA, dan rekening efek untuk berinvestasi saham. Membeli saham pun sudah bisa melalui ponsel pintar. Cukup mengunduh aplikasi dari perusahaan sekuritas yang kamu daftar, kamu sudah bisa melihat informasi apa pun terkait pasar modal, membeli, dan menjual saham. Benar-benar mudah sekali.

Harus meluangkan waktu banyak

Masih banyak yang percaya bila berinvestasi saham butuh waktu luang banyak untuk melihat pergerakan harga saham. Jelas ini salah. Sebab, kamu bukan seorang trader saham.

Seorang investor saham tidak harus mengecek tiap saat pergerakan harga. Kamu bisa memantau sesekali. Ini lantaran investasi saham bersifat jangka panjang. Berbeda dengan trader saham yang keuntungannya didapat dari selisih harga beli dan jual.

Butuh banyak uang

Sampai sekarang, banyak orang yang masih berpikiran kalau investasi saham harus punya banyak uang. Ini jelas pemahaman keliru. Sebab, kamu sudah bisa membuka rekening efek hanya dengan modal awal Rp100 ribu sampai Rp1 juta. Murah banget kan?

Mempelajari saham pun enggak sulit. Kamu sudah enggak perlu ikut seminar saham dengan biaya mahal. Kamu cukup pantengin situ Smart-Money.co. Jangan lupa follow akun Instagram @smartmoney_co, like Facebook Page Smart Money, dan ikuti akun Twitter @smartmoney_co. Sebab, banyak informasi soal saham yang bisa kamu dapatkan secara gratis di sana.

Lima mitos investasi saham tadi harus kamu buang jauh-jauh dari kepalamu. Sebab, investasi saham secara jangka panjang ini sangat menguntungkan. Cek saja harga saham BCA yang berkode BBCA di bursa.

Sepuluh tahun lalu, harga saham BCA hanya Rp4.875 per lembar. Saat ini, harganya di kisaran Rp32.375. Hitung sendiri keuntungan bila kamu berinvestasi saham BCA sejak 2010, pasti jumbo banget.

Bagaimana? Yuk mulai investasi saham. Buka dulu Rekening Dana Nasabah BCA untuk memulainya.

Contekan Investasi Saham 2020, Cuma Buat Milenial yang Gaul

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.