Mengenal Pengertian, Dampak, dan Penghitungan Free Float Saham Secara Sederhana

Ilustrasi
Ilustrasi

Dalam investasi saham ada satu istilah yang jarang dipelajari investor pemula, yakni free float. Istilah ini sebenarnya sangat penting untuk diketahui agar investasinya dapat berhasil secara maksimal.

Lalu apa sih free float saham? Bagaimana bisa istilah yang kurang populer ini jadi sangat penting untuk dipelajari? Kita bahas yuk.

Free float saham adalah jumlah saham minoritas yang bisa ditransaksikan di pasar regular. Beberapa ada yang mengartikannya sebagai persentase saham dari perusahaan yang sudah IPO (Initial Public Offering) dan bisa dibeli para investor dengan kepemilikan kurang dari 5%.

Free float saham ini biasanya memperlihatkan data seberapa besar votalitas saham. Bisa diartikan, jika suatu perusahaan memiliki free float rendah, maka perusahaan tersebut kurang aktif dalam perdagangan dan bisa saja votalitas saham tak terkendali.

Dilansir dari Liputan 6, Bursa Efek Indonesia menyeragamkan metode penghitungan bobot saham yang masuk dalam konstituen indeks menjadi free float. Hal ini sudah dilakukan BEI secara bertahap sejak Juni 2021 lalu.

Sebelumnya, BEI menggunakan metode rata-rata tertimbang atas kapitalisasi pasar atau yang biasa disebut market capitalization weighting. Selain itu, BEI juga menggunakan capped adjusted free float market capitalization weighted average yang merupakan metode penghitungan indeks dengan bobot berdasarkan kapitalisasi pasar saham beredar (free float).

Lalu apa sih dampak dari penerapan free float ini? Sekurangnya ada 3 dampak yang perlu kamu ketahui:

1. Penyesuaian Bobot

Dengan adanya penerapan free float pada saham, maka akan terjadi penyesuaian pada bobot saham terutama di indeks LQ45 dan IDX30. Tujuannya agar investor bisa mendapatkan gambaran riil nilai saham.

2. Meningkatkan Efisiensi Portofolio

Free float membuat bobot saham berkurang. Ini juga memiliki dampak pada efisiensi portofolio yang bisa meningkat sehingga mendorong emiten untuk lebih meningkatkan jumlah saham free float.

3. Imbas Terhadap Reksa Dana

Nah, bagi kamu yang pemula, penerapan free float ini bisa berdampak pada investasi reksa dana. Manajer investasi atau hedge fund akan melepaskan emiten-emiten yang memiliki jumlah saham mengambang dan rendah.

Lantas bagaimana dengan mekanisme perhitungan free float saham itu sendiri? Untuk mudahnya, coba simak contoh berikut yang diambil dari situs republikinvestor.net:

Misalnya perusahaan ABC memiliki keseluruhan saham dengan total 1.000.000.000 lembar di pasar. Si A memiliki porsi saham dari perusahaan tersebut sebesar 560.000.000 atau sebesar 56%. Lalu si B, memiliki 100.000.000 lembar saham atau 10%. Artinya sisanya masih ada:

100%-56%-10% = 34% atau 340.000.000 lembar saham

Dari sisa lembar saham tersebut dimiliki oleh 10.000.000 investor dengan rata-rata memiliki 34 lembar per orang. Dengan artian, setiap investor memiliki porsi kepemilikan saham 0.00001% nilainya di bawah 5%. Maka 34% itulah yang dinamakan free float.

Itulah tadi pengertian, dampak, dan cara penghitungan sederhana dari free float saham yang perlu kamu pelajari. Sekali lagi, kunci sukses dalam berinvestasi saham adalah kamu tidak boleh hanya sekadar mendengarkan kata orang lain.

Selalu menggunakan profil risiko sebagai pedoman sambil mempelajari istilah-istilah lain yang dapat memaksimalkan keuntungan investasi kamu. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.