Merancang Strategi Investasi Terbaik di Tahun Politik

M. Nafan Aji, analis Binaartha Sekuritas
M. Nafan Aji, analis Binaartha Sekuritas

Tahun ini, bagaimana resolusi keuangan dan investasimu? Warren Buffet pernah memberikan satu petuah penting dalam investasi. "Don't put your eggs in one basket," katanya.

Jadi, 2019 apakah kamu sudah memutuskan, instrumen investasi apa saja yang dipilih? Memilih instrumen investasi keuangan penting untuk menekan risiko kerugian (loss).

Dalam memilih instrumen keuangan, kamu harus mengerti sentimen yang berpengaruh pada imbal hasilnya. Sentimen tersebut tergantung pada apa yang terjadi pada ekonomi global dan ekonomi Indonesia. Smart Money menemui analis dari Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji untuk bicara mengenai skema investasi terbaik di 2019. Berikut petikan perbincangannya?

Sentimen apa saja yang menjadi pertimbangan dalam memilih investasi di 2019?

Kinerja pertumbuhan ekonomi kita stabil. Pertumbuhan ekonomi 2018 itu sekitar 5% sedangkan 2019 cenderung naik, meski moderat. Sentimen positifnya datang dari berbagai kebijakan pemerintah, seperti pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan konektivitas baik di darat, laut, dan udara.

Ada juga kebijakan pemerintah terkait dengan menjaga pergerakan rupiah yang saat ini (awal Februari 2019) mencapai Rp14.000,-. Kebijakan Bank Indonesia (BI) yang menjaga stabilitas moneter juga baik dan efektif, seperti menaikkan suku bunga acuan agar sejalan dengan kenaikan The Fed.

Selain itu, pemerintah juga mengeluarkan kebijakan untuk mengeluarkan bea impor untuk seribu produk termasuk kandungan biodiesel. Bantuan sosial yang diberikan pemerintah juga bisa menaikkan daya beli masyarakat sehingga menjadi katalis positif bagi kinerja emiten.

Sementara, sentimen eksternalnya adalah proyek negosiasi perdagangan bebas antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Kalau perang dagang tidak terjadi, tidak ada hal yang harus diperhatikan. Selain itu, keputusan The Fed untuk menahan suku bunga acuannya juga dapat menjadi katalis positif bagi perkembangan pasar keuangan di Indonesia.

Seperti apa tren investasi di tahun politik seperti sekarang?

Positif. Investasi di tahun politk mempunyai prospek yang baik. Secara historis, Pemilu Legislatif atau Pilpres di 2009 misalnya, kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa mencapai 55% .

Di bulan Januari 2019 lalu, kita sudah melihat IHSG yang terus bergerak positif. Januari Effect itu ada. Data yang ada juga menggambarkan adanya aliran dana yang masuk (capital inflow) baik dari investor domestik maupun asing. Investor biasanya menunggu (wait and see) sebelum Pemilu sambil memastikan kondisinya aman.

Dengan kondisi makro ekonomi dan global yang seperti Anda paparkan, bagaimana strategi investasi?

Saya rasa skema 50:50 cukup baik. Kalau nanti melihat imbal hasil yang lebih baik di sektor saham setelah Pemilu 2019 misalnya, porsi investasinya bisa ditambah. Misalnya sampai 70% di saham dan 30% di obligasi.

Sektor saham apa saja yang menarik sampai akhir tahun?

Hampir semuanya saya melihat masih berada pada posisi uptrend (naik). Beberapa sektor yang saya perhatikan, seperti perbankan, agrikultural, infrastruktur dan konstruksi, industri dasar, dan manufaktur.

Kalau investasi obligasi, pemerintah tahun ini gencar menerbitkan obligasi ritel (SBR) dan sukuk ritel (ST). Bagaimana menurut Anda?

Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Fed kemarin memberikan sinyal untuk menunda kenaikan suku bunganya tahun ini. Seharusnya, Bank Indonesia (BI) juga akan melakukan hal yang sama. Kalaupun ada perubahan (suku bunga) itu tidak akan besar. Saya rasa investasi di obligasi itu cukup menarik. Investasinya tidak terlalu besar minimal Rp1 juta dengan imbal hasil yang menarik. Bila sampai akhir tahun suku bunga acuan BI masih sekitar 6%, investasi itu akan cukup menarik.

Kalau investasi properti bagaimana? Dengan kecenderungan suku bunga yang tidak akan berubah sampai akhir 2019?

Ini saat yang terbaik untuk membeli karena perbankan pasti juga akan mempertahankan suku bunganya. Jadi, suku bunga kredit kemungkinan akan tetap. Dalam hal investasi properti, yang terpenting adalah lokasi, lokasi, dan lokasi. Kalau lokasinya strategis, nilai investasinya akan naik terus.

Kalau untuk investasi di sektor riil, seperti membuka restoran atau fesyen. Apakah pasarnya cukup menarik?

Sangat menarik. Milenial memiliki ketertarikan lebih pada usaha berbasis kuliner dan gaya hidup. Kalau mereka membutuhkan pendanaan dari perbankan misalnya, suku bunganya relatif akan tetap.

Kiat Berinvestasi di Tahun Politik