Mitos-mitos yang Membuatmu Enggan Berinvestasi

Ilustrasi Investasi
Ilustrasi Investasi

Investasi semakin tren di kalangan milenial. Kemudahan mendapatkan informasi terkait pun memegang peran. Apalagi dengan banyaknya cerita-cerita sukses para pelakunya.

Generasi ini juga sudah sadar akan pentingnya investasi untuk masa depan. Investasi pun bisa menjadi medium mengatasi inflasi yang meningkat setiap tahunnya.

Nah, bagaimana dengan kamu? Sudah memulai investasi? Kalau belum sekarang banyak lho berbagai produk investasi yang harganya terjangkau. Pilihan lainnya juga makin banyak.

Segala informasi itu pun tersedia di internet, termasuk berapa keuntungan yang bisa kamu dapatkan dalam periode waktu tertentu.

Sayangnya, di antara informasi yang beredar, ada juga yang hanya mitos alias tidak benar. Bukannya jadi tertarik, mitos-mitos tadi justru bisa membuatmu enggan berinvestasi. Duh, apa saja sih mitosnya?

Yuk simak mitos-mitos seputar investasi berikut ini.

1. Investasi Selalu Punya Risiko Tinggi

Ada yang bilang kemungkinan mendapat keuntungan dari investasi hanya isapan jempol. Hal ini tentu tidak benar.

Risiko dalam investasi itu menyesuaikan produknya alias sesuai dengan asas high risk high taker. Jadi makin banyak keuntungannya, ya makin besar risikonya.

Nah, produk investasi yang berisiko tinggi adalah saham. Tapi keuntungannya besar. Kamu sendiri bisa kok memilih yang lebih aman dan punya risiko lebih rendah seperti reksa dana. Namun ya kembali lagi pada asasnya, keuntungan reksa dana tidak akan setinggi investasi saham. Jadi tidak selalu berisiko tinggi ya.

2. Uang Investasi Bakal Habis

Ada lagi yang bilang kalau investasi, semua uang yang dimiliki atau yang diinvestasikan akan hilang. Lagi-lagi ini pun tidak benar.

Justru nilai investasi akan terus meningkat. Kecuali jika produk investasimu adalah investasi bodong. Jadi sangat penting sifatnya untuk selalu memeriksa produk investasinya ya. Jangan sampai terjerumus ke investasi bodong.

3. Prosedurnya Rumit

Anggapan ini biasanya muncul dari mereka yang belum pernah memulai investasi. Sebab, mereka yang sudah terjun ke investasi justru mengatakan prosedurnya mudah dan tidak sesulit seperti yang dikatakan orang. Bahkan kini kamu juga bisa melakukannya secara online.

4. Makan Banyak Waktu

Anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Keuntungan investasi tidak selalu datang dalam waktu yang sangat lama. Kalaupun ada yang lama, ini hanya terjadi bila nilai investasimu terlampau kecil.

Ambil contoh misalnya kamu berinvestasi hanya Rp100.000 dalam reksadana. Untuk mendapatkan keuntungan hingga Rp1 juta, maka akan membutuhkan waktu yang cukup lama. Maka dari itu, makin banyak yang diinvestasikan, makin banyak keuntungannya.

5. Hanya Boleh Dilakukan Orang yang Paham Investasi

Ini kata siapa? Justru semua yang terjun ke investasi berangkat dari ketidaktahuan. Semua bisa dipahami seiring melakukannya. Jadi yuk mulai dulu dan jelajahi pengetahuan tentang investasi. Coba deh klik tautan ini untuk mendapatkan solusi investasi.

6. Perlu Modal yang Banyak

Tidak semua produk investasi membutuhkan modal besar. Misalnya, untuk deposito hanya dibutuhkan dana awal sebesar Rp10 juta saja. Namun di sisi lain, angka tersebut ternyata banyak yang dinilai besar dan membuat orang enggan untuk memulai investasi.

Kamu pun bisa memilih jenis investasi lain yang tidak memerlukan modal besar untuk memulainya. Misalnya reksadana. Yuk klik tautan ini untuk informasi seputar reksadana.

Nah, jangan mudah percaya pada mitos ya. Cobalah memulai investasi dan dapatkan keuntungannya.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.