Panduan Menyusun dan Merencanakan Portofolio Investasi

Pengelolaan Portofoliio
Pengelolaan Portofoliio

Seperti mengatur keuangan atau karier, investasi perlu pengelolaan yang baik dan terencana. Tiap orang tentu memiliki pengelolaan yang berbeda-beda, sesuai tujuan dan keuangan masing-masing. Hal terpenting, ukur risiko yang bisa kamu tanggung dahulu.

Seorang investor di usia 30 tahunan misalnya, mereka akan lebih berani mengelola risiko investasi jangka panjang seperti pensiun. Namun, bagi mereka yang hendak pensiun, menyimpan dana di pendapatan tetap tentu lebih bijak.

Perencana Keuangan Derek Simon memberi beberapa prinsip mengelola portofolio investasi yang baik seperti dikutip Investopedia.

Return of Investment (ROI)

ROI adalah salah satu hal penting dalam mengukur portofolio investasi. Bagaimana menghitungnya?

ROI = (Imbal Hasil-Biaya)/ Biaya

Tentu saja, kata Derek, ROI akan tergantung pada jenis investasi dan risiko yang sanggup ditanggung. Tingkat pengembalian atau ROI juga bisa berkurang bila kondisi pasar sedang buruk. "Biasanya, makin tinggi ROI, makin tinggi risikonya dan sebaliknya," kata Derek.

Ukur Risiko

Risiko dan imbal hasil seperti dua sisi mata uang. Misalnya, seseorang ingin menjaga tingkat pengembalian hasil investasi sebesar 15% dalam setahun di pasar saham. Dalam kondisi pasar keuangan yang sedang bergejolak seperti tahun ini, maka kamu tidak terlalu leluasa untuk keluar-masuk.

Pasalnya, di kuartal tiga 2018, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah turun 8% (ytd). Karena itu, investor yang berencana menjaga imbal hasil double digit, harus mengambil langkah progresif yang tentu saja sejalan dengan risiko yang ditanggungnya.

Bagaimana mengukur risiko investasi?

Pertama, Derek menyarankan, lebih selektif memilih investasi, khususnya dengan risiko yang tinggi. Bila bermain saham misalnya, kamu juga bisa menggabungkannya dengan investasi pada obligasi pemerintah yang lebih aman.

"Metode kedua adalah melakukan diversifikasi. Jangan hanya mengandalkan satu instrumen investasi saja," tambah dia.

Hindari Spekulasi

Prinsip investasi adalah risiko yang tinggi selalu diikuti imbal hasil yang tinggi pula. Bila tujuan keuangan kamu adalah jangka panjang, hindari spekulasi. "Musuh investor adalah likuiditas yang kadang mengharuskan kamu menjual investasi meski dalam keadaan rugi sekalipun," kata dia.

Derek juga menyarankan, dalam investasi, jangan lupa perhatikan tujuan keuangan, risiko yang berani dipertaruhkan, mengetahui apa yang kamu beli dan investasikan, dan kapan waktu yang tepat untuk membeli dan menjual.