Penjelasan Ringkas Tentang Value Stock dan Growth Stock

Ilustrasi growth stock
Ilustrasi growth stock

Para pengamat saham mengatakan ada tren peralihan dari growth stock ke value stock. Apa itu? Apa saja risikonya?

Dua istilah saham ini sedang populer dalam pencarian di beberapa minggu terakhir. Para investor rupanya mulai melirik keduanya setelah merasa cukup melakukan wait and see.

Untuk penjelasan mengenai wait and see, kamu bisa baca penjelasan ringkas dari Smart-Money.co di tautan ini.

Sedangkan untuk kenalan dengan value stock dan growth stock, berikut penjelasan ringkasnya.

Menurut Head of Investment Research Infovesta Utama, Wawan Hendrayana, value stock adalah saham yang harganya dianggap sedang murah karena berada di bawah harga intrinsik. Harga intrinsik itu harga rata-rata industri sejenis yang dilihat dari price earning ratio (PER) atau price book value.

Nah, kalau growth stock adalah saham yang harganya sedang tumbuh baik berdasarkan penjualan ataupun pendapatannya.

Umumnya, value stock terjadi karena beberapa hal. Misalnya ekonomi yang kurang baik, sentimen negatif, ataupun regulasi dari perusahaan terkait.

Menurut Wawan, value stock lebih cocok untuk investasi jangka panjang. Sebab nilainya akan naik bila banyak investor tertarik untuk membelinya. Tapi risikonya, harga saham yang sedang value stock kadang membutuhkan waktu lama untuk "bangun dari tidurnya". Itulah mengapa disebut cocok untuk jangka panjang.

Sedangkan growth stock, umumnya sedang tumbuh saat ini. Tapi risikonya, jika para katalisnya berhenti, sahamnya bisa-bisa tidak bergerak lagi atau istilahnya terkoreksi.

Biar terbayang, ambil contoh saham-saham nikel. Beberapa waktu lalu, saham-saham ini tergolong growth stock karena adanya sentimen perkembangan baterai listrik.

Namun tiba-tiba muncul saham bank digital dan teknologi yang menarik perhatian para investor. Akibatnya terjadi koreksi di saham-saham tersebut.

Beberapa investor pun ada yang melakukan profit taking atau melakukan diversifikasi ke saham-saham lain. Soal diversifikasi, kamu bisa klik artikel berikut.

Tren peralihan investor dari growth stock ke value stock terjadi karena beberapa hal. Salah satunya karena harga-harga yang ada sudah terlampau tinggi.

Itulah mengapa para investor belakangan ini lebih memilih untuk wait and see sambil menantikan adanya aksi stock split emiten-emiten tertentu, dan lain-lain. Baca penjelasan soal stock split di artikel ini.

Demikian tadi penjelasan ringkas tentang growth dan value stock beserta alasan mengapa orang memilihnya. Ingat, dalam memilih saham, pastikan apa tujuan keuanganmu dulu.

Misalnya apakah untuk jangka panjang atau tidak, apakah sesuai profil risiko atau tidak, dan lain- lain. Jangan sekadar ikut-ikutan influencer atau teman yang mungkin memiliki profil risiko yang berbeda dengan kamu.

Yuk belajar saham. Buat kamu yang mau dapat artikel soal saham lainnya dari Smart-Money.co, daftarkan nomormu di sini.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.