Penjelasan Sederhana dari Tapering dan Dampaknya terhadap Investasi

Ilustrasi
Ilustrasi

Belakangan ramai dibicarakan soal isu tapering The Fed Amerika Serikat. Apa sih arti dari tapering? Lalu apa dampaknya bagi investasi? Kita bahas yuk.

Tapering adalah suatu kebijakan moneter yang dilakukan The Federal Reverse (The Fed), sebagai bank sentral Amerika Serikat, untuk meredam laju inflasi. Inflasi ini terjadi sebagai dampak dari stimulus yang dilakukan AS saat memulihkan perekonomiannya.

Biasanya, aksi tapering The Fed bakal bikin negara-negara lain gelisah. Sebab terakhir kali AS melakukan tapering, dunia mengalami gejolak ekonomi yang disebut tapering tantrum.

Nah, untuk lebih paham bagaimana tapering ini muncul dan apa dampaknya bagi investasi, simak ulasan berikut:

1. Amerika Dilanda Resesi

Awal mula munculnya isu tapering ini adalah ketika AS mengalami krisis ekonomi atau resesi. Untuk menyelamatkan ekonominya, Paman Sam jelas membutuhkan dana segar. Maka dari itu, negara menerbitkan obligasi jangka panjang seperti surat utang negara untuk dijual.

2. The Fed Borong Obligasi

The Fed lantas getol membeli obligasi jangka panjang milik pemerintah tersebut agar negara mendapatkan dana segar. Tak tanggung-tanggung, surat utang yang dibeli senilai US$120 miliar per bulannya. Dana tersebut akhirnya menjadi stimulus perekonomian AS dalam menghadapi resesi dan pandemi. Korporasi dan perbankan akhirnya juga mendapat dana segar yang dapat diputarkan.

3. Terjadi Inflasi

Namun seperti prinsip ekonomi, jika suplai uang semakin kencang, maka dampaknya membuat angka inflasi meradang. Nilai tukar dolar pun jadi turun.

4. Potensi Munculnya Tapering

Nah, tingginya inflasi membuat The Fed merasa perlu mengurangi aksi pembelian surat utang untuk kembali menstabilkan pertumbuhan ekonominya. Pengurangan inilah yang kemudian populer disebut tapering.

5. Dampak Global

Jika tapering benar-benar dilakukan The Fed, biasanya akan diikuti kenaikan suku bunga. Saat suku bunga naik, maka berpotensi mendorong investor asing lebih memilih berinvestasi di Amerika karena nilainya lebih menarik.

Nah, larinya investor asing ke Amerika inilah yang dikhawatirkan sejumlah negara di dunia. Stabilitas perekonomian negara selain Amerika bisa terganggu karena ditinggal pergi para investornya. Hal ini kemudian dikenal dengan istilah tapering tantrum.

6. Pengalaman Buruk Saat Tapering

Indonesia sebelumnya pernah mengalami pengalaman buruk saat tapering dilakukan The Fed pada 2013 lalu. Saat itu, IHSG anjlok hingga menyentuh level 3000 dan dana asing keluar hingga 2,7 triliun dalam satu hari. Rupiah terus melemah terhadap dolar dan perekonomian negara pun bergejolak.

Apa yang Harus Dilakukan Investor?

Dengan pasar yang bergejolak, maka kamu harus bijaksana dalam mengelola investasi. Ada baiknya memilih investasi dengan risiko yang rendah dan dalam jangka pendek hingga sedang terlebih dahulu.

Tindakan mitigasi ini penting untuk mengantisipasi kondisi tak terduga yang mungkin terjadi dalam beberapa waktu ke depan. Lakukan juga diversifikasi dalam investasi agar risiko kerugian dalam investasi dapat diperkecil. Dengan begitu, investasi tetap dapat menguntungkan meski kondisi sedang tak menentu.

Nah, itulah tadi penjelasan sederhana mengenai tapering dan dampaknya terhadap investasi. Sekali lagi, yuk pelajari mitigasi saat kondisi perekonomian tidak menentu dengan melakukan diversifikasi investasi. Kamu bisa membaca artikel terkait diversifikasi yang pernah dibuat Smart-Money.co sebelumnya di sini.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.