Pentingnya Kemampuan Baca Laporan Keuangan Ketika Investasi Saham

laporan keuangan
laporan keuangan

Kemampuan membaca laporan keuangan adalah salah satu kemampuan wajib bagi investor, khususnya di pasar saham. Dari laporan keuangan, kamu bisa menilai cara manajemen perusahaan menjalankan bisnis serta melihat prospek bisnis perusahaan ke depan.

"Laporan keuangan juga berfungsi menyediakan informasi terkait keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan perusahaan bagi berbagai pihak, seperti pemerintah, dinas pajak, investor, kreditur, supplier, karyawan perusahaan maupun nasabah dan masyarakat,” ujar Kepala Satuan Kerja Keuangan dan Perencanaan Perusahaan PT Bank BCA Syariah Pranata Nazamuddin.

Demikian, lanjut Pranata, para investor bisa mendapat gambaran jelas sehingga bisa mengambil keputusan dengan tepat nantinya terkait pembelian saham. Di industri keuangan seperti perbankan, Pranata bilang, perusahaan biasanya membuat laporan keuangan dalam periode tertentu.

Periode tersebut bisa bulanan, triwulanan dan tahunan. Laporan publikasi bulanan akan diunggah secara daring (online) di laman perbankan tersebut dan dilaporkan pada regulator seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI).

"Adapun laporan publikasi triwulanan dimuat di situs dan harus dilaporkan pada LKPBU OJK paling lambat pada akhir bulan berikutnya. Laporan keuangan juga wajib dimuat pada salah satu harian cetak berbahasa Indonesia," lanjutnya di acara Pelatihan Wartawan dalam Membaca Laporan Keuangan Bank Syariah belum lama ini.

Adapun laporan tahunan, harus diaudit oleh kantor akuntan (KAP) yang terdaftar di OJK. Mengenai kelengkapan dan kebenaran isi laporan publikasi laporan keuangan, sebut Pranata, menjadi tanggung jawab Direksi dan Dewan Komisaris perusahaan.

Sebagai gambaran, isi laporan keuangan yang wajib dicantumkan perbankan ada beberapa. Pertama, Laporan Keuangan termasuk posisi keuangan, laba rugi, komitmen dan kontijensi.

Kedua, Informasi kinerja keuangan termasuk kewajiban penyediaan modal minimum dan rasio keuangan bank. Pada perbankan syariah agak sedikit berbeda dengan bank konvesional karena terdapat laporan distribusi bagi hasil, laporan sumber dan penggunaan dana zakat serta penggunaan dana kebajikan.

Ketiga, informasi susunan dan komposisi pemegang saham, susunan direksi dan komisaris termasuk dewan pengawas syariah bagi bank syariah. Terakhir, informasi lain yang ditentukan OJK.