Porsi Alokasi Investasi Berdasarkan Profil Risiko

Ilustrasi
Ilustrasi

Sebelum memilih investasi, satu hal teramat penting yang harus dilakukan adalah mengetahui apa profil risiko kamu. Setelah itu, barulah kita bisa menentukan berapa porsi alokasi investasi yang tepat.

Untuk mengetahui jawabannya, yuk simak porsi alokasi investasi berdasarkan profil risiko berikut ini:

1. Porsi Investasi untuk Tipe Konservatif

Seiring perkembangan zaman, investor dengan tipe konservatif rupanya bisa dibagi jadi dua bagian lagi, yakni tipe konservatif dan tipe sangat konservatif.

Untuk tipe konservatif, umumnya masih bersedia menoleransi risiko yang minimal. Ia akan cenderung melakukan pencairan dana investasi bila terjadi penurunan nilai investasi/kerugian.

Sementara tipe sangat konservatif, biasanya tidak bisa menoleransi risiko kehilangan nilai pokok investasi sehingga cenderung memilih investasi dalam bentuk tabungan/deposito dan Reksa Dana Pasar Uang yang bisa dicairkan setiap saat.

Nah, untuk tipe konservatif, alokasi asetnya biasanya Kas/Deposito sebesar 30%, Pasar Uang sebesar 35%, Pendapatan Tetap sebesar 35% dengan jangka Investasi 1-3 Tahun.

Sedangkan tipe Sangat Konservatif, umumnya melakukan alokasi aset pada Kas/Deposito sebesar 65%, Pasar Uang sebesar 35% dan untuk jangka waktu investasinya adalah kurang dari setahun.

2. Porsi Investasi untuk Tipe Moderat

Investor dengan tipe ini ingin mendapat pendapatan secara periodik dan pertumbuhan modal dalam jangka menengah sampai panjang. Ia masih mampu menerima risiko penurunan nilai investasi dalam jangka pendek untuk mendapat potensi pertumbuhan modal yang lebih tinggi di jangka menengah sampai panjang. Tipe ini juga cenderung tidak mencairkan investasi bila terjadi penurunan nilai, namun akan lebih mengawasi investasi.

Maka dari itu, alokasi aset profil ini biasanya Kas/Deposito sebesar 10%, Pasar Uang sebesar 25%, Pendapatan Tetap sebesar 35%, Saham sebesar 30% dengan jangka Investasi 3-4 Tahun.

3. Porsi Investasi untuk Tipe Agresif

Investor pada tipe agresif punya tujuan mengembangkan pokok investasi dalam jangka panjang dengan tingkat imbal hasil maksimal. Ia bersedia mengambil risiko lebih tinggi untuk mendapat pertumbuhan nilai investasi yang lebih tinggi dalam jangka panjang. Investor di tipe ini juga cenderung tidak akan mencairkan investasi sekalipun sedang terjadi penurunan atas nilai investasi.

Umumnya, alokasi aset profil agresif Kas/Deposito sebesar 10%, Pasar Uang sebesar 10%, Pendapatan Tetap sebesar 20%, Saham sebesar 60% dengan jangka Investasi lebih dari empat tahun.

Nah itulah tadi, berbagai porsi investasi yang tepat berdasarkan profil risikonya. Bagaimana, kira-kira kamu termasuk yang mana?

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.