Program Pengampunan Pajak I Usai, Sektor Ini Bisa Jadi Pilihan

Program Pengampunan Pajak I Usai, Sektor Ini Bisa Jadi Pilihan
Program Pengampunan Pajak I Usai, Sektor Ini Bisa Jadi Pilihan

Akhirnya, program pengampunan pajak tahap pertama usai sudah. Dari program ini, penerimaan negara bertambah Rp 97 triliun. Faktor ini menjadi sentimen positif bagi pasar modal hingga akhir kuartal ketiga.

Investor pun bisa merealisasikan keuntungan yang menekan indeks di pekan lalu. Menurut Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo, berakhirnya periode pertama pengampunan pajak tak menyurutkan aksi beli pemodal asing. Saham-saham sektor konstruksi mulai masuk tren naik.

"Pemerintah berkomitmen menggunakan dana tersebut untuk pembangunan. Sektor konstruksi patut dicermati," kata Satrio baru-baru ini. Selain itu, sektor semen juga layak dicermati karena pembangunan butuh semen, lanjutnya.

Analis Recapital Securities Liga Maradona pun sependapat. Namun, menurutnya, sektor perbankan juga penting diperhatikan. Sebab, alur dari hasil pengampunan pajak ini bermula dari dana tebusan dan repatriasi yang akan dialokasikan pemerintah ke bank.

Liga menilai, saham perbankan pilihannya antara lain BBNI, BBRI, dan BBCA. Untuk sektor semen, Liga memilih emiten lama seperti INTP dan SMGR, mengingat pemain lama tak akan terdampak negatif dari kebijakan pemerintah untuk menutup keran pasokan semen.

"Pengereman pasokan ini lebih berpengaruh pada pemain-pemain baru di sektor semen," katanya. Untuk sektor infrastruktur, baik untuk dicermati saham JSMR dan PGAS.

Meski ada prospek cerah untuk beberapa sektor usai periode pertama pengampunan pajak, dalam jangka pendek IHSG akan terpengaruh rilis laporan kinerja emiten di kuartal ketiga. Kepala Riset Bahana Securities Harry Su menilai, investor perlu melihat hasil kinerja keuangan emiten.

"Yang akan jelek menurut perkiraan saya adalah perbankan dan batubara. Sementara yang bagus adalah poultry dan CPO. Hal ini karena harga yang meningkat dibanding tahun sebelumnya," ujar Harry.

Satrio juga mengingatkan, meski sektor konstruksi mulai menampakkan tren naik, masih ada sentimen negatif, yakni pembahasan privatisasi BUMN yang masih alot. "Harus tetap hati-hati karena tak jelas kekacauan ini sampai mana," pungkasnya.

MORE FROM MY SITE