Reksa Dana Saham Cocok untuk Pemula, Ini Cara Memilih Manajer Investasinya

Ilustrasi memilih manajer investasi untuk reksa dana saham
Ilustrasi memilih manajer investasi untuk reksa dana saham

Reksa dana saham adalah jawaban bagi kamu yang ingin investasi saham, tapi belum paham betul soal dunia pasar modal. Sebab, di reksa dana saham, ada ahli yang akan mengelola investasi kamu. Ahli itu disebut manajer investasi (MI).

Reksa dana saham sendiri merupakan salah satu jenis reksa dana. Kamu bisa membaca artikel-artikel soal reksa dana sebelumnya dengan mengeklik tautan ini.

Nah, salah satu jenis reksa dana yang memiliki potensi keuntungan paling tinggi adalah reksa dana saham. Potensi keuntungan jenis reksa dana ini dapat mencapai 15-20% per tahun.

Namun perlu kamu ingat bahwa prinsip investasi adalah tingkat pengembalian (return) sebanding dengan risiko (risk). Jadi reksa dana saham selain punya potensi keuntungan, juga memiliki risiko yang tinggi juga.

Itulah mengapa peran MI di sini sangat penting. Selama kamu bisa memilih MI yang andal, maka kamu dapat meminimalisir risiko sekaligus memaksimalkan keuntungan.

Lalu bagaimana cara memilih manajer investasi yang baik? Ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan. Berikut di antaranya:

1. Terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Manajer Investasi wajib mendapatkan izin dari OJK. Nantinya, OJK juga yang akan mengawasi mereka dalam menjalankan tugas. OJK juga akan melindungi investor dari bahaya investasi bodong.

Karena itu, sebelum berinvestasi, kamu harus memastikan manajer investasi memang benar-benar terdaftar di OJK. Cek hal ini dalam prospektus reksa dana.

2. Mengetahui Latar Belakang dan Pengalaman Manajer Investasi

Ada banyak cara menilai apakah manajer investasi berpengalaman. Cara termudah dengan membaca dan mencermati prospektus. Dari sana, kamu akan tahu lama operasi suatu produk, portofolio penempatan, keahlian dan pengalaman serta imbal hasil.

Salah satu laman yang memberi penilaian terhadap produk-produk investasi di pasar keuangan adalah Infovesta. Kamu bisa membandingkan kinerja reksa dana dan obligasi lewat laman itu secara gratis.

3. Pengecekan Silang

Sebagai regulator, OJK memiliki banyak informasi terkait latar belakang manajer investasi. Karena itu, selain melihat prospektus, cek silang di laman OJK. Lewat laman ini, kamu bisa melihat apakah manajer investasi pernah terkena sanksi atau teguran dari OJK.

Bila salah memilih manajer investasi, ada beberapa kemungkinan terjadi. Kemungkinan pertama adalah kamu tidak dapat mendapat imbal hasil seperti harapan bukan karena kondisi pasar keuangan yang sedang memerah, tetapi karena tidak dikelola dengan baik.

Kemudian, risiko terburuk adalah investasi bodong atau palsu sehingga kamu harus kehilangan uang.

Nah, itulah 3 kunci utama saat memilih manajer investasi untuk mengelola reksa dana kamu. Jadi jangan asal pilih juga ya.

Tapi kalau soal investasi reksa dana saham, kamu tak perlu ragu. Sebab tren reksa dana saham di Semester 2-2021 saat ini berpotensi naik.

Ada beberapa sentimen yang mendorong kenaikannya, seperti adanya pergerakan IHSG yang lebih optimal, perkembangan vaksinasi COVID-19 yang semakin luas, juga banyaknya perusahaan jumbo yang menuju penawaran umum saham perdana atau IPO di Bursa Efek Indonesia di semester dua ini.

Jadi, yuk belajar reksa dana.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.