Saatnya Berubah, Begini Cara Terapkan Gaya Hidup Minimalis (Bagian 2)

Ilustrasi minimalis
Ilustrasi minimalis

Di artikel bagian pertama, kita sudah menemukan mengapa kita perlu berubah. Kita juga sudah memantapkan hati untuk memulai perubahan dari diri sendiri. Salah satu perubahan yang bisa kita pilih adalah menjalankan gaya hidup minimalis.

Berikut 3 tahap yang harus dilakukan untuk memulai gaya hidup minimalis.

1. Mulai Pilah Pilih Barang yang Ada di Sekitarmu

Buat menjalani gaya hidup minimalis, langkah pertama yang kita butuhkan adalah ruang hidup yang sederhana. Kamu bisa mulai dari kamar rumah atau kosan. Lihat apakah penuh dengan tumpukan barang terbengkalai atau tidak. Jika banyak barang yang jarang terpakai, luangkan waktu untuk memilah barang tersebut.

Kamu bisa bagi jadi 3 seksi pemilihan.

a. Memang butuh

b. Mungkin butuh

c. Enggak butuh

Barang di kategori Memang Butuh kamu simpan. Sedangkan yang masuk kategori Enggak Butuh bisa kamu buang, jual, atau sumbangkan ke orang lain.

Nah, untuk barang yang masuk kategori Mungkin Butuh bisa kamu tunggu setidaknya 1-2 bulan. Kita lihat apakah barang tersebut ternyata masih berguna atau tidak. Kalau tidak ya masukkan ke kategori Enggak Butuh. Siapa tahu kan ada orang lain di luar sana yang lebih membutuhkan.

Memilah barang ini enggak harus selesai dalam sehari. Dibawa senang aja. Sebisanya, sesukanya, tergantung waktu yang kamu punya.

Oya, kalau kata Kondo, kamu boleh kok menyimpan barang-barang kenangan. Soalnya kalau kata dia, barang kenangan itu masih punya sifat ‘sparks of joy’. (Baca Artikel Pertama).

Tapi pastikan dulu barang tersebut enggak bakal mendistraksi kamu dari tujuan hidup ya.

Setelah itu, lihat kembali kamar kamu. Tentunya, asyik kan punya ruangan yang lebih lega dan rapi? Dengan begitu, kamu resmi memulai gaya hidup minimalis.

2. Diet Beli Barang

Tahap kedua ini gampang-gampang susah. Kamu tahu istilah “one last shop”? Bisa dibilang ini adalah “jebakan batman”.

Begini. Saat orang memulai hidup minimalis, biasanya ada yang tiba-tiba jadi sibuk beli barang yang nantikan jadi andalan untuk hidup minimalis. Misalnya baju andalan baru, sepatu baru yang bakal dipakai tiap hari, tas multifungsi, pokoknya barang-barang yang mencerminkan minimalis deh.

Tapi di satu sisi, justru kita malah sudah terjebak menghabiskan uang, tenaga, dan waktu untuk hal baru ini. Kalau apapun dibeli, malah jadi terkesan tidak sederhana.

Harusnya, kita dalami maksud dari hidup minimalis yang disebutkan tokoh-tokoh seperti Joshua Fields Millburn, Ryan Nicodemus, sampai Marie Kondo. (Baca Bagian Pertama).

Maksimalkan barang yang sudah kita punya dan hindari beli-beli barang yang ‘kelihatannya’ bisa menunjang gaya hidup minimalis kita nantinya. Kembali ke tahap pertama. Pilah barang yang masuk kategori Memang Butuh tadi.

Kalau memang benar-benar enggak punya barang penggantinya, beri pertanyaan pada diri kita: apakah kita membutuhkannya. Tunggul setidaknya 7 hari buat memutuskan punya barang itu. Jika dalam 7 hari memang tidak ada barang yang bisa menggantikannya, maka barulah kita membelinya.

Ingat, ini bukan berarti pelit sama diri sendiri ya, tapi lebih kepada mengutamakan skala prioritas sehingga dana yang biasanya terpakai buat hal-hal enggak penting bisa tertahan dengan evaluasi yang selalu kita lakukan.

3. Mulai dengan Perlahan, Tak Perlu Buru-buru

Menerapkan hidup minimalis itu enggak bisa dalam semalam. Kamu bukan Roro Jonggrang yang diminta bikin 1000 candi.

Orang yang sudah berhasil saja perlu waktu dan proses. Jadi kamu pun perlu membentuk kebiasaan dulu. Tak perlu buru-buru untuk jadi pribadi yang minimalis. Nikmati prosesnya.

Ingat, seperti kata Kondo, kalau kita melakukan sesuatu dengan buru-buru hanya karena ikutan tren, rasa bosan dan keinginan untuk kembali ke lifestyle sebelumnya bakal cepat juga datang.

Renungi lagi kenapa kita harus mulai hidup minimalis. Walaupun cara menjalani lifestyle adalah pilihan masing-masing, tapi gaya hidup minimalis merupakan salah satu cara yang bikin kita selalu ‘membumi’ dan bersyukur sama apa yang kita punya.

Selain itu, gaya hidup minimalis bisa bikin kita lebih hemat dari berbagai aspek; hemat uang, hemat tenaga, dan juga hemat waktu karena kita memfokuskan diri tanpa adanya distraksi.

Tapi di tengah lingkungan yang konsumtif dan bikin kita serba butuh barang baru, butuh nyobain tren yang silih berganti, apakah mungkin kita menjalankan gaya hidup minimalis dengan gampang? Tentu saja kamu bisa.

Yuk, manfaatkan momen new normal ini dengan gaya hidup baru. Ambil hikmah dari pandemi COVID-19 dan Lebaran kemarin. Self healing diri kita dan simpanlah uang untuk investasi.

Dengan gaya hidup minimalis, kamu bisa punya lebih banyak uang untuk simpanan masa depan. Sarana menabung dan investasi juga sekarang sangat mudah dan gampang.

Terlebih dengan adanya aplikasi macam WELMA yang bisa berinvestasi lewat ponsel di genggaman tangan. Coba intip aplikasi WELMA berikut ini. Unduh dan lihat sendiri bagaimana simpelnya berinvestasi tanpa harus keluar rumah.

Klik di sini.