Saya Baru Sadar Tertipu Saham Pompom Setelah Kehilangan Rp70 Juta

Awas ya, Guys
Awas ya, Guys

Istilah saham pompom makin ramai dibicarakan kalangan investor, terutama pemula. Tidak sedikit dari mereka yang tertipu dan malah jadi kapok untuk investasi.

Salah satunya Andi (nama disamarkan). Ia seorang pekerja kreatif yang sudah punya penghasilan lumayan. Dua tahun mendatang, ia berencana untuk menikah dan sedang gencar-gencarnya menabung. Begini ceritanya.

1. Andi dapat informasi dari Buryam (nama disamarkan), katanya ada saham Meong-meong yang kabarnya mau digoreng lagi.

2. Buryam bilang sudah beli Rp70 Juta saat harganya masih Rp400. Lalu sekarang sudah naik jadi Rp800. “Lo enggak beli? Katanya mau digoreng lagi jadi Rp3000,” kata Buryam

3. Andi beli Rp50 juta pakai tabungan nikah.

4. Sebulan kemudian, saham Meong-meong tak kunjung naik. Andi mempertanyakan Buryam kenapa saham masih di harga Rp800. Buryam bilang: “Kabarnya ditunda, Bro. Malah katanya mau langsung naik Rp4000.

5. Andi shock, harga malah menukik jadi Rp200. Andi mempertanyakan Buryam.

6. Buryam bilang: “Enggak tau nih, ada masalah internal katanya. Gue sih udah jual pas harganya masih Rp800, pas gue kasih tahu lu waktu itu. Saham gorengan emang gitu. Makanya kemarin gue Cuma nanya, lo gak beli?”

Itu tadi cerita bagaimana Andi menjadi “korban” pompom saham. Buat kamu yang belum tahu, dalam dunia saham, istilah ini merujuk pada saham gorengan yang dipompa-pompa (pump-pump) agar harganya melejit sehingga banyak orang tergiur.

Pompom saham ini merujuk pada istilah untuk menghasut agar orang membeli suatu saham. Seperti yang dilakukan Buryam tadi.

Buryam memang tidak mengajak secara langsung, tetapi ia membentuk opini yang secara tidak langsung membujuk Andi membeli saham Meong-meong.

Perlu kita ingat, tidak semuanya akan diuntungkan oleh hasil rekomendasi, baik itu dari influencer maupun analis suatu sekuritas sekalipun. Jadi sering-seringlah melihat dengan kacamata fundamental dan teknikal.

Lebih jelasnya, klik tautan ini yuk.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.