Sebagai Investor, Kamu Wajib Tahu Beberapa Jenis Pajak Berikut

Pajak yang harus diketahui para investor
Pajak yang harus diketahui para investor

Membayar pajak adalah kewajiban bagi setiap warga negara Indonesia. Dengan membayar pajak, seseorang berarti sudah berkontribusi dalam pembangunan negara. Apalagi, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) juga paling banyak berasal dari pajak.

Merencanakan dan menyiapkan strategi pembayaran pajak juga merupakan hal penting dalam bisnis dan investasi. Perencana keuangan Juwono S. Sudirgo menyebut perencanaan pajak penting untuk meminimalisasi pembayaran pajak.

"Syaratnya, tidak melanggar UU Perpajakan dan peraturan pelaksanaan yang berlaku. Pengurangan pajak juga bisa mengandung alasan yang kuat," sebut Juwono di BYC Forum.

Menghemat pembayaran pajak berbeda dengan menghindari pajak. Mengemat pajak (tax saving) dilakukan dengan menghindari peristiwa yang dapat menimbulkan pembayaran pajak atau mencari peristiwa yang tidak termasuk dalam ruang pembayaran pajak.

Sementara itu, adapun penghindaran pajak (tax avoidance) adalah bentuk meniadakan, mengurangkan, atau menunda utang pajak. Proses melanggar hukum juga bisa terjadi bila kamu mencari celah atau peluang dalam perundangan pajak.

Apa saja bentuk investasi yang kena pajak atau tidak kena pajak?

Juwono menyebut, beberapa hal yang bukan merupakan objek pajak. Salah satunya adalah pembagian laba atas perseroan komanditer (CV), Firma atau Partnership yang bebas pajak penghasilan. Hal ini berbeda dengan dividen yang dibagi dari PT yang akan dikenakan pajak 10%.

"Keuntungan atas investasi atau penjualan kembali reksa dana saham juga bebas pajak jika usia reksa dana tersebut kurang dari lima tahun. Adapun untuk reksa dana pendapatan tetap, dibebankan pajak atas kupon obligasi sebesar 10% final," tambahnya.

Selain itu, bukan merupakan objek pajak adalah dana tunai hasil asuransi, pembayaran klaim asuransi dan pembayaran klaim kematian kepada ahli waris. Bia memberi atau mendapatkan hibah, kamu juga tidak akan dikenakan pajak. Warisan juga bukan merupakan objek pajak.

Apa saja investasi yang terkena pajak?

Salah satunya adalah investasi properti. Sesuai aturan perundangan, properti yang dijual dikenakan PPh sebesar 2,5% dari Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) atau nilai akta jual beli. Sewa properti juga akan dikenakan PPh 10% final.

"Investasi emas atau permata dikenakan pajak capital gain. Selain itu, emas perhiasan akan dikenakan PPn saat pembelian dan ongkos pembuatan. Jika dijual, labanya akan dipotong pajak," paparnya.

Investasi di pasar keuangan juga terkena pajak. Pajak investasi mata uang asing (valas) dikenakan PPh. Deposito, tabungan dan diskonto SBI juga akan dikenakan pajak 20%. Adapun investasi di obligasi akan dikenakan pajak 15% atas kupon obligasi.

"Transaksi saham di pasar modal terkena pajak final 0,1% dari transaksi saat dijual. Dividen atas saham publik juga dikenakan pajak 10%. Sedangkan hasil pengembangan reksa dana dan dana pensiun yang ditunjuk pemerintah bebas pajak," pungkasnya.