Sebelum Investasi di Pasar Modal, Pahami Beda SID dan RDN

Pahami dulu beda SID dan RDN untuk investasi di pasar modal
Pahami dulu beda SID dan RDN untuk investasi di pasar modal

Bagi yang akan terjun ke dunia investasi pasar modal, kamu akan bertemu dengan sejumlah istilah seperti SID, RDN, dan lain-lain. Banyak pemula yang mengira RDN itu sama dengan SID.

Padahal, keduanya sangat berbeda dan memiliki fungsinya masing-masing, lho. Nah, supaya nanti enggak bingung, yuk simak sekalian yuk:

5 Hal yang Harus Kamu Tahu Soal RDN

1. Apa itu RDN?

Menurut OJK, RDN merupakan salah satu bentuk rekening dana nasabah yang hanya boleh diadministrasikan oleh bank khusus yang telah ditunjuk. Rekening ini nantinya akan terhubung dengan sekuritas untuk memudahkan proses transaksi jual-beli di pasar modal.

2. Fungsi RDN

Rekening dana nasabah (RDN) ditujukan bagi nasabah perorangan maupun perusahaan untuk penyelesaian transaksi di pasar modal. Singkatnya, RDN merupakan sarana pembayaran dan penerimaan dari transaksi saham, reksadana, atau obligasi.

Jadi, setelah kamu membuat RDN, kamu wajib mengisi rekening tersebut agar bisa melakukan pembayaran atas transaksi yang kamu lakukan.

3. Perbedaan RDN dan SID

SID merupakan singkatan dari single investor identification. SID merupakan bukti bahwa seseorang resmi terdaftar sebagai investor di pasar modal. Sama seperti Kartu Tanda Penduduk, kamu hanya butuh satu SID sebagai identitasmu di pasar modal.

Sementara itu, RDN layaknya sebuah rekening bank. Kamu bisa memiliki lebih dari satu RDN yang terhubung dengan sekuritas terkait untuk digunakan bertransaksi di pasar modal.

4. Tempat Membuat RDN

Sejak Maret 2019, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah meluncurkan program simplifikasi pembukaan rekening dana nasabah (RDN) secara elektronik untuk meningkatkan inklusi jasa keuangan di Pasar Modal.

Berkat program tersebut, pembukaan RDN dapat dilakukan secara online dengan waktu hitungan menit saja. Dilansir KSEI, ada 17 bank administrator yang ditunjuk untuk memproses pembukaan RDN. Jadi kamu tinggal memilih di mana kamu akan memproses pembukaan RDN.

5. RDN Makin Diminati Milenial

Investasi bukan hanya untuk pengusaha-pengusaha senior yang telah sukses saja. Kini generasi milenial juga semakin sadar pentingnya investasi sejak dini.

Hal ini terlihat dari pertumbuhan investasi di pasar modal akhir-akhir ini. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah investor baru sepanjang 2020 telah tumbuh sebesar 53,47% dari total jumlah investor pada 2019.

PT Bank Central Asia, Tbk (BCA) sebagai salah satu Bank Pembayaran dan Bank Administrator Rekening Dana Nasabah (RDN), juga mencatatkan pertumbuhan jumlah RDN yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

"Saat ini BCA telah mencatat pembukaan RDN lebih dari 1 juta Rekening, yang menempatkan BCA sebagai pemegang market share RDN terbesar di Indonesia," kata Direktur BCA John Kosasih.

Pencapaian ini berkat literasi keuangan dan transformasi digital yang dilakukan BCA secara berkesinambungan, sehingga dapat menjembatani kebutuhan masyarakat untuk bertransaksi di pasar modal.

Dengan hadirnya layanan digital tersebut, proses pembukaan RDN dapat dilakukan dalam waktu singkat, nyaman, dan aman sehingga nasabah dapat langsung bertransaksi di pasar modal.

Sudah siap berinvestasi di pasar modal? Yuk, buat RDN kamu sekarang juga.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.