Sehat Pangkal Kaya, Begini Penjelasannya

Ilustrasi
Ilustrasi

Kesehatan jelas merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Malahan tak sedikit yang sudah mulai berani menomorduakan urusan uang dibanding kesehatan. Di benaknya, buat apa punya banyak uang kalau habisnya cuma buat berobat?

Namun tak bisa dimungkiri juga kalau uang tetap jadi pangkal dari segalanya. Dalam konteks ini, orang yang ingin sehat kadang memang butuh biaya ekstra.

Jadi mana dong yang benar? Apa yang bisa kita lakukan?

Artikel ini tidak akan membahas mana yang benar dan mana yang salah. Sebab bisa jadi ini bukan masalah benar dan salah, melainkan apa yang bisa kita lakukan agar kesehatan dan keuangan sama-sama kita dapatkan.

Nah, pernah dengar soal rajin pangkal kaya? Peribahasa ini pasti sudah sering kamu dengar. Tapi bagaimana kalau sehat pangkal kaya?

Kalau dipikir-pikir sih, sepertinya memang harus ada deh peribahasa sehat pangkal kaya. Sebab faktanya memang demikian.

Begini penjelasannya.

Hal pertama yang harus kamu tekankan adalah kesehatan merupakan aset. Nah, hal ini sering diremehkan orang. Banyak yang berpikir kalau aset itu sebatas rumah, bisnis, bahkan barang mewah. Padahal pengertian aset itu sangat luas lho.

Dari yang kelihatan secara fisik seperti surat-surat berharga maupun yang tidak berwujud seperti hak cipta pun termasuk aset. Intinya sih, semua harta atau kekayaan yang punya nilai tukar dan berguna di masa depan disebut aset.

Lalu bagaimana dengan kesehatan? Sama halnya dengan investasi, kesehatan pun akan “menghasilkan” sesuatu di masa depan.

Sekarang begini. Dilansir dari Jurnal Neurology, sebuah penelitian mengatakan bahwa 60 persen pengidap stroke itu telah menjalani pola hidup yang buruk saat mereka muda. Sama halnya dengan mereka yang menderita sakit di usia 50-an. Umumnya kesehatan sering mereka abaikan.

Dari sini kita bisa lihat bahwa menjaga kesehatan di usia dini sangat penting karena akan berpengaruh pada kehidupan kita di masa depan nanti. Dengan kata lain, kesehatan jelas merupakan aset yang perlu dijaga sejak sekarang.

Itulah mengapa kesehatan harus kita jaga sebagai aset penting.

Dari situ, dengan badan yang lebih sehat, secara tidak langsung kita juga bisa lebih banyak investasi. Sebab dengan menjaga kesehatan berarti kita sudah mengurangi biaya perawatan terhadap sakit.

Nah, dengan begitu kamu bisa mengalihkan biaya tersebut ke bentuk instrumen investasi seperti saham, deposito, reksa dana atau cicilan properti.

Coba deh lihat sang pendiri Facebook, Mark Zuckerberg. Salah satu miliuner ini sangat senang menghabiskan waktu untuk olahraga tiga kali seminggu.

Selain dia, Forbes juga pernah mengeluarkan daftar 10 orang terkaya berusia 70-an yang ternyata punya hobi menjaga kesehatan saat muda. Daftar ini pun makin menegaskan kalau kamu mau kaya, ya salah satu yang harus dilakukan adalah menjaga kesehatan.

Setuju?

Hanya saja memang, saat tulisan ini dibuat, dunia tengah dilanda pandemi Covid-19. Kita pun dituntut untuk meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak mudah tertular.

Yuk kita jaga aset terpenting yakni kesehatan. Konsumsi asupan bergizi dan jaga pola hidup sehat.

Jika mengalami gejala-gejala seperti demam tinggi, batuk, hingga dada nyeri, jangan sungkan untuk periksakan dirimu ke rumah sakit. Namun ingat, pastikan kamu membawa kendaraan pribadi dan menggunakan masker ya agar tidak menularkan orang lain.

Jika kamu harus dirawat, manfaatkan layanan khusus rawat inap Rp1,5 juta per hari (sampai 30 hari) apabila kamu Tertanggung Polis AIA. Hubungi Halo BCA 15000888 atau klik tautan ini untuk informasi soal layanan asuransi yang bekerja sama dengan BCA.

Yuk kita sama-sama lawan virus ini dan jaga kesehatan masing-masing. Semangati diri dan sekitarmu untuk selalu menghargai kesehatan sebagai aset penting untuk masa depan.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.