Tanya Diri Sendiri Deh, Perlu Enggak Sih Investasi?

Perlu enggak sih investasi?
Perlu enggak sih investasi?

Ketika kamu ingin berinvestasi, mungkin muncul pertanyaan, “Buat apa sih investasi? Saya juga enggak tahu investasi yang cocok”. Nah, pertanyaan tersebut biasanya muncul ketika seseorang tidak mengetahui tujuan awal berinvestasi.

Untuk mengetahui tujuan investasi, hal pertama yang harus diperhatikan adalah melihat penghasilan setiap bulan. Setelah itu, lihat pengeluaran per bulan. Jika pengeluaran kamu mendekati, bahkan melebihi penghasilan, saatnya mengatur ulang pengeluaran dan mulai memikirkan investasi.

Wejangan tersebut bukan karangan, lho. Soalnya, menurut Head of Mutual Fund Distribution PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen, Eri Kusnadi, hal paling dasar untuk mengatur keuangan adalah dengan membagi pengeluaran, kebutuhan, serta gaya hidup.

“Enggak semua orang bisa investasi dengan jumlah besar. Mulai dari yang sedikit dulu. Dari yang sedikit tadi, nantinya akan bisa menambah investasi seiring bertambahnya income,” ujar Eri dalam webinar Smart Talk bertajuk Investasi di Rumah Aja, Selasa (20/10/2020).

Eri menambahkan, terpaksa berutang untuk kebutuhan dasar seperti kendaraan atau rumah sebetulnya tidak masalah. “Yang penting bisa mengalokasikan pengeluaran,” lanjutnya. Misalnya, 25 persen pengeluaran digunakan untuk investasi, 25 persen membayar utang, dan 50 persen sisanya untuk kebutuhan sehari-hari.

Selain alokasi, hal penting selanjutnya adalah menyesuaikan dengan kenyamanan risiko. Jangan tergiur dengan return atau keuntungan yang terlalu tinggi. Soalnya, potensi return yang tinggi pasti ada risiko yang lebih besar.

“Kalau tidak ada risiko pasti aneh. Yang penting happy dengan hasil ala kadarnya, tapi sesuai dengan kenyamanan risiko, dilakukan secara bertahap sehingga bisa mencapai tujuan finansial, itu yang lebih penting,” tukas Eri.

Pentingnya investasi juga diamini oleh travel blogger, Kadek Arini yang juga hadir dalam acara Smart Talk. Kadek juga setuju kalau investasi itu bukan hal yang menyulitkan selama mengetahui keinginan apa yang ingin dicapai dalam beberapa tahun ke depan.

Sebagai freelancer, Kadek menyadari investasi adalah hal yang sangat penting. “Bidang kreatif, khususnya freelancer malah harus (berinvestasi). Jangan sampai kita terlena. Karena sekarang lagi bagus, penghasilan malah dihabiskan. Takutnya, di masa sekarang karier kita oke, tapi belum tentu 10 tahun mendatang masih begitu,” jelas Kadek.

Hal ini disetujui oleh Eri. Ia menjelaskan, “Kalau yang income-nya tidak tetap, itu dilihat pendekatannya dari expense. Pastinya berapa, karena income kan tidak pasti. Jadi mau tidak mau lebihnya disisihkan, kita tidak boleh tempted.”

Kadek melanjutkan, dalam berinvestasi, ada pilihan di mana jika ingin mendapatkan keuntungan yang lebih besar, pilihlah yang risikonya besar (high return high risk). Sementara, kalau takut akan risiko, bisa memilih yang keuntungannya sedikit (low return low risk).

“Aku pilihnya low return low risk, karena aku merasa lebih aman. Jangan sampai uang yang aku investasikan malah hilang. Jadi aku pilih low risk aja meskipun low return enggak apa-apa. Yang penting uangnya bergerak enggak stay di tabungan aja,” ungkap Kadek.

Kadek melanjutkan, dalam memilih instrumen investasi Kadek melihat tempat pembeliannya. Menurutnya, penting memilih investasi yang sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang punya kredibilitas bagus.

“Hal-hal kayak gitu mesti dicari tahu sebelum memulai investasi. Jadi jangan sampai diiming-imingi untuk investasi di tempat A yang high return, tapi lihat dulu apakah di tempat A sudah terdaftar di OJK belum, gimana kredibilitasnya dalam hal keuangan. Itu harus dicek,” tuturnya.

Hal terakhir yang harus ditanyakan kepada diri sendiri untuk mulai investasi menurut Kadek adalah mengetahui tujuan keuangan kita di masa depan.

“Misalnya dalam tiga tahun ke depan mau beli mobil atau liburan ke Eropa. Berarti dalam 3 tahun itu masukkan aja uangnya ke dalam instrumen investasi supaya bisa mencapai target dan enggak gatal untuk mengambil uang,” imbuh Kadek.

Gimana, kira-kira kamu sudah berminat untuk memulai investasi belum? Kalau kamu masih ragu dan bingung memilih instrumen investasi paling cocok buat keuanganmu, coba kamu buka aplikasi Welma. Dengan Welma kamu bisa berinvestasi lewat HP dan memudahkan investasi kamu.

Coba kenalan sama Welma, yuk.

Konten Pemasaran

Tim Beritagar.id khusus untuk konten pemasaran