Teknik Memilih Saham untuk Newbie di Pasar Modal

Tips memilih saham
Tips memilih saham

Investasi di pasar keuangan adalah investasi yang paling kerap diperbincangkan oleh berbagai investor. Salah satu alasannya adalah karena peluang imbal hasil yang tinggi di atas angka inflasi. Namun, risikonya juga tinggi sesuai dengan potensi imbal hasilnya.

Perencana Keuangan Agustar Radjali menyebut investasi saham akan mendapatkan dua keuntungan: capital gain dan atau dividen. Namun, lewat investasi saham, kamu juga akan menanggung risiko. Salah satunya adalah kehilangan nilai pokok investasi bila nilainya turun, risiko perusahaan yang dilikuidasi atau saham delisting dari bursa.

Tertarik untuk investasi pada instrumen saham? Bagaimana cara memilih saham yang benar? Agustar memiliki beberapa tipsnya.

"Dari sisi fundamental, kamu bisa melihat profil usaha. Hal itu bisa terlihat dalam laporan keuangan. Hal yang penting adalah melihat pos neraca dan laba-rugi penjualan," sebut Agustar.

Agustar juga menyarankan untuk melihat prospek bisnis perusahaan (emiten) tersebut. Kamu dapat melihat dan menganalisanya melalui berbagai berita yang terjadi di pasar bursa, kondisi makro ekonomi, dan sektor industrinya. Apa saja sentimen positif maupun negatif yang sedang berpengaruh terhadap naik turunnya harga saham?

"Kamu juga bisa melihat dan menganalisa personal mereka. Bagaimana karakter pemilik usaha (owner) atau manajemen bisnisnya? Apakah mereka menerapkan good corporate governance? " sebut dia.

Tidak hanya sampai di situ, Agustar pun menyarankan untuk melihat Price to Earning Ratio (PER), Price to Book Value (PBV), Debt to Equity Ratio (DER), dan Return of Investment (ROI). Pastikan bahwa angka-angka tersebut masih kecil sehingga harganya berpotensi naik.

"Saham-saham yang memiliki fundamental kuat akan rebound (naik) dahlu setelah terjadinya crash di pasar saham," paparnya.

Bagaimana cara memulai investasi saham?

Sebelumnya, kamu harus mendaftarkan diri dahulu pada perusahaan sekuritas. Setelah rekening efekmu siap, kamu baru bisa bertransaksi saham. Agustar menyarankanmu untuk fokus pada investasi saham yang benar.

"Porsi pembelian bisa dibagi rata pada 8-10 saham. Karena risikonya besar, kamu juga harus siap bila modal uang yang kamu siapkan hilang," tambahnya.

Kamu juga tidak disarankan untuk membeli satu saham lebih dari tiga persen dari volume rata-rata harian 125 hari terakhir. Untuk meminimalkan kerugian, kamu juga bisa melakukan stop loss bila sudah mengalami kerugian maksimal 5% dari harga beli.

"Saham yang sehat adalah justru saham yang mengalami koreksi (penurunan harga) terlebih dahulu sebelum kembali menguat," pungkasnya.