Tips Investasi Saham ala Warren Buffet

Investasi Saham Buffet
Investasi Saham Buffet

Warren Buffet menjadi mahaguru investasi dunia bukanlah tanpa sebab. Dia telah memulai investasi dan membeli saham di usia 11 tahun. Setelah itu, dia terus konsisten membeli saham meskipun pasar keuangan dilanda krisis. Dia percaya bahwa ketika harga saham murah adalah saat untuk membeli.

Hasilnya? Forbes menyebut hartanya sebesar USD82,5 milliar. Karena itu, Forbes menempatkannya pada orang ketiga terkaya di dunia setelah founder Amazon Jeff Bezos dan pendiri Microsoft Bill Gates.

Dalam acara CNBCTV Squawlk Alley, Buffet menyebut lima prinsip investasi. Mau mengikuti jejak Buffet? Berikut tipsnya.

Investasi Jangka Panjang

"Bila kamu hanya berpikir untuk dan membeli dan menjual saham secara harian itu seperti berjudi di Las Vegas. Selalu pikirkan apa yang akan kamu beli sehingga secara dasar, kamu tidak akan pernah kalah," kata Buffet dikutip CNBC.

Investasi, menurut Buffet adalah kegiatan untuk masa depan. Pasar keuangan sangat fluktuatif, kadang bisa naik dan turun. Karena itu, Buffet menyarankan untuk tidak terlalu tergoda dengan apa yang terjadi di jangka pendek.

"Aku tidak pernah melihat jangka pendek. Aku selalu berpikir untuk 10-30 tahun lagi. Saham akan memberikan imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan sekarang," tambahnya.

Ketika membeli saham, Buffet selalu melihat dari sisi intrinsik atau tangible aset.

Diversifikasi

Agar asetmu aman, Buffet juga menyarankanmu untuk menempatkan portofolio di berbagai instrumen investasi.

"Langkah terbaik adalah membeli saham secara teratur (dollar-cost-overaging). Kamu bisa membagi risiko di berbagai perusahaan tersebut dengan mencicilnya setiap bulan, atau setiap periode tertentu," tambahnya.

Saham Lebih Baik dibandingkan Obligasi

"Bila ingin menyimpan uang, kamu bisa membeli obligasi, peternakan, rumah. Kalau membeli obligasi, kamu akan mendapat pembayaran 40 kali selama 10 tahun tetapi pendapatanmu tidak tumbuh," kata dia.

Dalam pasar keuangan, banyak hal bisa terjadi. Salah satunya adalah penurunan nilai investasi. Namun, dia menyarankanmu untuk tidak melihat penurunan hari ini sebagai benchmark.

"Untuk jangka panjang, saham sangat atraktif. Jangan pernah melihat harga hari ini sebagai standar," nasehatnya.

Tidak Emosional

"Kadang orang tidak membeli suatu saham karena mereka menganggap remeh harganya. Jangan pernah menjadi bodoh karena harga suatu saham turun. Harga saham di suatu titik pada satu hari tidak serta merta mencerminkan bisnisnya," sebut dia.

Buffet menyebut, faktor emosional ini yang dapat menghancurkanmu.