Tips Pilih Investasi Saham, Tanpa Endorse Artis

Ilustrasi
Ilustrasi

Halo Bro Smart dan Sis Smart, sudah lihat hasil poling smart-money.co soal investasi belum? Jadi kemarin, akun Instagram @smartmoney_co mengadakan survei kecil-kecilan nih soal investasi apa yang paling menarik bagi anak muda.

Jeng..jeng...ternyata hasilnya cukup mengejutkan, lho. Sebanyak 54 persen responden lebih memilih saham daripada reksa dana yang cuma 46 persen. Hmm... saham ini memang makin populer ya.

Nah, bicara soal instrumen investasi yang satu ini, trennya memang kembali meningkat. Meski situasi global masih dihantui pandemi, kesadaran masyarakat untuk persiapan dana jangka panjang berangsur bertumbuh.

Namun bagi kamu yang mulai tertarik untuk terjun di dunia pasar modal, kamu perlu tahu ya bahwa setiap instrumen investasi itu pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Tingkat risiko masing-masing investasi juga berbeda.

Khusus saham, risikonya memang dianggap paling tinggi nih, Guys. Tapi peluang keuntungannya juga paling besar. Ya kalau kata orang, high risk high return deh.

Selain itu, diperlukan pengetahuan yang cukup dalam juga bagi investor untuk memilih 636 emiten yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Soalnya fluktuasi harganya itu cukup tinggi. Jadi jangan cuma tergoda endorse-an artis, lalu kamu mengikutinya mentah-mentah ya.

Mantan Direktur Pengembangan Bisnis Bursa Efek Indonesia (BEI) Nicky Hogan mengkritik siapa pun yang berani merekomendasikan saham tertentu kepada masyarakat padahal tidak punya kapasitas untuk itu. Pak Nicky juga mengingatkan bahwa investor perlu memahami cara kerja analisis fundamental dan analisis teknikal dalam mengelola saham.

Biar lebih ringan mencernanya. Simak yuk cara memilih saham berdasarkan analisis berikut ini:

1. Mengacu Indeks

Simpelnya begini. Emiten di BEI itu banyak banget. Kamu harus mengacu indeks saham dengan karakteristik tertentu. Saat ini, BEI punya 22 jenis indeks saham yang tercatat di bursa. Ada yang dibuat otoritas bursa, hasil kerja sama dengan pihak swasta, bahkan kerja sama dengan media massa juga ada.

Misalnya IHSG, Indeks LQ45, IDX 30, Indeks Sektoral, Jakarta Islamic Index (JII), Indeks BISNIS-27, dan lain-lain.

2. Belajar Analisis

Pernah dengar pepatah "Bagai beli kucing dalam karung"? Nah, pepatah ini populer di kalangan investor saham. Maksudnya, untuk menghindari kerugian besar, seorang investor jangan sampai beli kucing dalam karung.

Buka dulu karungnya. Lihat dulu dalamnya. Betul enggak kucing? Kalau betul kucing, betul enggak kucingnya sehat?

Nah, analisis di dunia saham ini umumnya ada dua cara, yakni fundamental dan teknikal.

Fundamental

Kalau fundamental itu, misalnya melihat laporan keuangan perusahaannya, manajemennya, pangsa pasar dan potensi ke depannya, dan lain-lain.

Biar lebih gampang, cek saja laporan keuangan perusahaan yang ada di BEI. Siapapun bisa mengakses kok. Soalnya kan setiap perusahaan yang punya label "Tbk" wajib membuka isi dapur keuangannya ke publik. Jadi enak mengeceknya, Guys.

Teknikal

Analisis ini melihat tren apakah perusahaan tersebut sedang naik atau turun. Nah, inilah kenapa kamu perlu membaca berita untuk tahu perkembangan terkini perusahaan terkait.

Jadi, luangkan waktumu untuk baca-baca. Daftarkan saja nomor kamu di WhatsApp Smart-Money.co. Kamu enggak perlu lagi repot-repot cari berita karena Smart-Money.co akan mengirimkannya ke ponsel kamu secara cuma-cuma.

Yuk daftar gratis di sini.

Itu tadi, tips memilih saham yang baik dan benar. Ingat, investasi saham itu risikonya ditanggung sendiri. Jangan mudah percaya sama siapapun, termasuk artis, tanpa kamu mengeceknya sendiri. Selamat berinvestasi.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.