Tren Trading for Living, Ini Kata Pengamat

Tren trading for living mulai dilirik anak muda.
Tren trading for living mulai dilirik anak muda.

Kisah orang kaya bergelimang harta karena trading begitu mudah ditemukan di media sosial. Pertanyaannya, apa iya bisa hidup tenang dan nyaman cuma dari trading?

Tentu saja jawabannya bisa iya, bisa tidak. Kita bahas yuk.

Istilah trading for living memang sedang tren. Istilah ini mengacu pada mereka yang sehari-harinya jual beli instrumen keuangan seperti saham, forex, aset kripto, dan lain-lain, untuk mendapatkan keuntungan.

Keuntungan tersebut sudah layaknya gaji atau penghasilan bulanan, sehingga beberapa di antara mereka sampai memutuskan untuk berhenti bekerja atau bisnis.

Nah, jika kamu sedang galau ingin mengikuti jejak mereka, simak dulu pesan dari pengamat investasi Desmond Wira, berikut ini.

1. Fakta

Seseorang bisa hidup hanya dari trading itu fakta. Sudah banyak trader yang berhasil melakukannya. Tapi ada beberapa faktor yang mempengaruhi apakah kamu bisa seperti mereka atau tidak.

2. Modal Sangat Penting

Modal yang dibutuhkan untuk trading for living itu beda-beda. Untuk tahu berapa modal yang diperlukan kamu bisa menggunakan simulasi hitungan berikut:

M = Modal yang dibutuhkan
P = Profit yang didapat per bulan (dalam %)
KH = Kebutuhan hidup bulanan

Misalnya, kebutuhan bulanan kamu Rp5 juta. Lalu katakan profit dari trading yang bisa kamu dapatkan sekitar 5% per bulan dari modal. Maka modalnya:

100% / 5% x Rp5 juta = Rp100 juta.

Tentunya, semakin besar modal, semakin nyaman hidup kamu. Sebaliknya, jika modal kamu kecil, katakanlah Rp50 juta, maka profit yang harus kamu dapatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup minimal harus 10%. Tentunya hal ini sangat sulit dan berisiko.

3. Trader Profesional Juga Pernah Rugi

Satu fakta lain yang perlu kamu ingat adalah jagoan saham seperti Warren Buffett atau Lo Kheng Hong saja pernah merugi. Mereka membutuhkan waktu lama untuk mencapai kesuksesan seperti sekarang.

Artinya, jika belum memiliki modal yang cukup, mungkin ada baiknya untuk tidak memaksakan diri pada trading for living. Sebab dalam investasi seperti saham, peluang keuntungan sama besarnya dengan risiko.

Jika belum siap, utamakan pemenuhan kebutuhan utama dulu, sambil mengumpulkan modal. Kamu bisa mencoba instrumen investasi lain yang lebih sesuai dengan profil risiko kamu sekarang.

Semoga jadi masukan yang menginspirasi ya.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.