Warren Buffett Ungkap Strategi Jitu Investasi Kala Krisis

investasi warren buffet
investasi warren buffet

Sejak akhir tahun lalu, beberapa pihak mengingatkan pada siklus krisis ekonomi 10 tahunan. Dari 1998, 2008 dan 2018. Benar atau tidak, emerging markets seperti Turki, Argentina, Venezuela dan Italia terseret krisis tahun ini.

Untuk kamu yang takut portofolio investasi akan terdampak, pakar investasi dan CEO Berkshire Hathaway Warren Buffett punya strategi jitu yang bisa kamu terapkan. Strategi ini ia lakukan secara konsisten, baik ada krisis maupun tidak.

Warren selalu membeli saham. Pada 2008, ia membeli beberapa saham seperti General Electric dan lembaga keuangan Goldman Sachs dengan harga murah. Saat ekonomi membaik, Warren mendapat keuntungan sangat baik dari langkah tersebut.

"Aturan sederhana ketika membeli. Belilah ketika semua orang takut membeli," kata Warren seperti dikutip CNBC dari The New York Times.

Bila kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sedang jatuh, kamu bisa melakukan hal yang sama dengan Warren. Bagi Warren, saham yang murah adalah kesempatan untuk melakukan leveraging aset.

"Di jangka pendek, berita buruk bisa menjadi teman baik investor. Namun, kita harus melihat bagaimana sebuah perusahaan menghasilkan keuntungan dalam 5, 10 atau 20 tahun dari sekarang, bukan di jangka pendek," katanya.

Prediksi Warren terbukti benar. Indeks Standar&Poors di Amerika Serikat misalnya mengalami kenaikan 130% dalam 10 tahun. Perusahaan seperti Google, Microsoft dan Apple terus tumbuh dan mengalami kenaikan pendapatan dan laba bersih dan tak pernah absen membagikan dividen.

Meski demikian, Warren mengaku juga pernah salah. Di sebuah diskusi, dia pernah menyebut Oktober adalah saat yang paling tepat membeli saham. Namun, dia salah. Tak ada bulan yang paling baik untuk membeli saham.

Hal terpenting adalah mengetahui bagaimana satu perusahaan dikelola serta bagaimana prospek bisnisnya ke depan. "(Sayangnya) orang biasanya tidak mengerti dengan apa yang dilakukan dan risiko yang menyertainya," kata dia.

Warren berpesan, selalu berhati-hati dalam memilih saham di keadaan apapun. Jangan terlalu mengandalkan emosi dan keinginan melipatgandakan aset.