12 Pekerjaan Freelance Paling Banyak Dicari Milenial

Ilustrasi
Ilustrasi

Dalam artikel sebelumnya “Jadi Freelancer, Ini Cara Menentukan Berapa Harga Jasa Kamu”, kita sekarang tahu indikator apa saja yang dipakai untuk menentukan bayaran. Nah, sebenarnya ada satu lagi yang membedakan tarif freelancer berbeda-beda. Apalagi kalau bukan jenis pekerjaannya.

Seperti kita tahu, ada banyak banget jenis pekerjaan freelance yang bisa kamu pilih. Namun sebagaimana layaknya profesi lain, kamu pun harus punya kemampuan lebih agar unggul dari pesaing yang lain.

Biar tahu peta persaingan freelance, tiap situs pencari kerja biasanya memberikan laporan soal pekerjaan apa saja yang paling banyak diminati. Nah, dilansir dari Ekrut.com, ternyata ada nih 12 pekerjaan freelance paling dicari milenial. Apa saja? Simak yuk.

1. Analis dan konsultan bisnis

Bayaran yang tinggi membuat analis dan konsultan bisnis diminati banyak orang. Cuma ya tidak sembarang orang bisa melakukannya.

Dibutuhkan orang yang memang jago banget dalam menganalisis data dan informasi dari suatu permasalahan bisnis. Sudah begitu, ia juga harus mengumpulkan data terlebih dahulu—dan ini butuh effort yang tinggi banget.

Mahalnya analis dan konsultan juga karena tingkat stres dari profesi ini cukup tinggi. Tapi kalau kamu suka, mengerjakannya seru kok. Soalnya kamu akan berhubungan sama pebisnis-pebisnis jago.

2. Voice over

Enggak disangka, profesi voice over ternyata lumayan banyak dicari, lho. Tidak perlu memiliki suara yang bagus, yang terpenting adalah suaramu sesuai dengan yang dicari oleh perusahaan atau produk tersebut.

Banyaknya orang yang mau jadi voice over karena memang permintaan akan profesi ini lumayan tinggi. Hal ini berjalan seiring dengan maraknya video game, audiobook, instruksi e-learning, dan banyak lagi. Nah, asyiknya lagi, pekerjaan macam ini bisa dilakukan dari tempatmu sendiri atau tergantung kesepakatan dengan klien.

3. Data entry

Untuk kamu yang masih kuliah atau fresh graduate, data entry ini merupakan salah satu yang cocok buat nyambi. Tugasnya sendiri relatif gampang, tapi membuang waktu si pemberi kerja. Makanya dia butuh seorang data entry.

Lantaran cuma memasukkan data ke database lewat form online yang sudah mereka sediakan, bayarannya enggak terlalu tinggi ya.

4. Desainer grafis

Nah, buat yang punya kesenangan dalam menggambar dan memiliki kemampuan desain grafis, jangan kelewatan cobain freelance ini. Gajinya lumayan tinggi. Ya itu karena enggak semua orang bisa melakukannya.

Tapi tuntutan kerjanya juga banyak. Bisa saja dalam sehari kamu harus menyelesaikan logo, ilustrasi, brosur, poster, dan lain-lain.

5. Web designer

Seorang web designer memang jadi primadona dalam urusan freelance. Kerjanya jarang, tapi sekalinya ada kerjaan, bisa begadang berapa hari.

Seorang web designer harus bisa menguasai HTML, JavaScript dan CSS, dan lain-lain. Selain itu, kamu juga harus mahir menggunakan berbagai tool untuk mendesain grafis seperti Photoshop dan Corel Draw.

Pekerjaan freelance di bidang ini harus bisa merancang sebuah website yang tidak hanya mempunyai tampilan indah tapi juga unik, menarik dan efektif. Namun semua itu sebanding dengan tingginya bayaran yang diterima oleh seorang desainer web.

6. Digital marketer

Profesi ini muncul di era digital. Saat ini, perusahaan antre mendapatkan jasa seorang digital marketer. Banyaknya perusahaan yang beralih dari konvensional menuju digital membuat profesi ini dicari-cari.

Namun, seperti kita tahu, banyak perusahaan konvensional dipegang orang-orang tua. Mereka kebanyakan tak punya pemahaman yang sama dengan gaya digital anak zaman now.

Maka dari itu, kalau kamu jago dalam strategi pemasaran secara online, memahami email marketing, pay per click atau PPC, search engine marketing, media sosial, SEO management, dan sebagainya, cobalah freelance ini.

7. Penulis konten

Ini dia. Kalau kata orang sih, ini pekerjaan freelance sejuta umat. Tugasnya terdengar simpel: menulis artikel dan mempublikasikannya di website. Namun tuntutan jumlah, target pembaca, dan lain-lain membuat pekerjaan ini juga punya risiko tingkat stres.

8. Ahli SEO

Tanpa SEO, sulit untuk meningkatkan posisi situs atau halaman web di hasil mesin pencarian. Maka dari itu, seorang ahli SEO sangat penting.

Jangan heran kalau para pemilik situs web berani membayar mahal untuk mempekerjakan ahli SEO karena pekerjaan tersebut memang sangat susah dan butuh waktu yang cukup lama untuk mempelajari teknik-teknik SEO tersebut.

9. Java programmer

Java merupakan bahasa pemrograman multiplatform. Artinya, programming language ini bisa dijalankan di berbagai platform. Di masa depan, programmer yang menguasai bahasa pemrograman ini bisa dibilang prospeknya sangat cerah.

Kenapa? Soalnya yang membutuhkan sangat banyak. Selain itu, yang pasti bayaran yang diterima oleh programmer Java termasuk tinggi.

10. Editor foto

Punya hobi editing foto? Jangan sia-siakan. Soalnya sekarang banyak yang memerlukan editor foto dan video dengan kontrak kerja freelance. Freelancer yang menguasai banyak tools foto seperti Photoshop dan sebagainya banyak dicari oleh perusahaan-perusahaan periklanan.

Asyiknya lagi, klien kamu ini bisa saja orang-orang penting lho. Kalau sudah dapat link, pasti gampang deh dapat proyekan berikutnya.

11. Data scientist

Beda dengan analis data, seorang data scientist ini lebih banyak bekerja dengan angka. Pekerjaan ini sangat dibutuhkan untuk membuat algoritma yang dapat menangkap data yang relevan, menyusunnya, menganalisa data tersebut, kemudian melaporkannya.

Tentunya data yang diolah oleh para data scientist ini adalah data yang dibutuhkan oleh perusahaan. Karena kerjaannya enggak main-main, bayarannya juga mahal, Bro.

12. Perencana keuangan

Nah, berikutnya adalah perencana keuangan. Freelancer ini wajib menguasai pengetahuan dan pengalaman kerja di bidang finansial.

Tak hanya berkutat dengan pembukuan, perkiraan arus kas, dan perhitungan pajak, seorang perencana keuangan juga harus pandai menjadi problem solver. Sebab masalah keuangan tiap orang tentu berbeda, sehingga penanganannya pun berbeda.

Itu tadi 12 pekerjaan freelance paling dicari milenial berdasarkan data dari situs pencari kerja. Seru-seru, kan? Cuma ya seperti disebutkan tadi, masing-masing pekerjaan punya tingkat stres masing-masing. Makin tinggi tingkat stresnya, makin besar bayarannya. Nah, ini dia menariknya.

Sekarang begini. Kalau kamu memilih menjadi freelance, maka kamu harus pintar mengatur uang. Soalnya penghasilan kamu kan tidak tetap, sementara pengeluaran kamu seperti makan, tagihan, gaya hidup itu tetap.

Bulan ini bisa saja kamu dapat proyek besar, tapi bulan depan bisa jadi sepi. Maka dari itu, seorang freelancer juga harus pandai mengatur simpanan dan investasi. Dia harus punya dana darurat, dana hari tua, asuransi sendiri, dan persiapan-persiapan lainnya.

Soalnya jika sesuatu terjadi padanya, siapa yang mau bayarin biaya dokter? Siapa yang talangin operasional mobil? Siapa yang mau kasih gratis semua servis? Enggak ada. Semua itu harus diurus sendiri.

Menabunglah dan berinvestasi. Kamu bisa melatih disiplin mengolah uang dengan tabungan berencana. Cobalah Tahapan Berjangka di BCA.

Kenapa BCA? Soalnya setoran awalnya ringan banget, mulai Rp500 ribu per bulan. Sudah begitu suku bunganya juga di atas tabungan reguler. Enaknya lagi, semua bisa kamu kontrol dengan memanfaatkan fasilitas e-statement via KlikBCA.

Klik di sini untuk lihat cara buka Tahapan Berjangka BCA di KlikBCA.

Tapi yang penting, pastikan dulu sudah aktif fitur finansialnya. Aktivasi KlikBCA kamu di sini.

Untuk investasi, enggak usah pusing-pusing lagi. Sekarang sudah ada aplikasi WELMA, aplikasi investasinya anak muda yang cocok buat kamu yang mau mulai berinvestasi.

Aplikasi ini sudah tersedia untuk Android & iOS dan bisa diunduh secara gratis.

Kenalan sama WELMA melalui tautan ini.

Intinya, banyak cara mengamankan masa depan untuk freelancer. Kalau Tahapan Berjangka dan Investasi bisa membuat simpanan bertambah banyak, kenapa kita enggak melakukannya?