3 Hal yang Harus Kamu Tahu Sebelum Kirim Email Lamaran Kerja

Ilustrasi
Ilustrasi

Di zaman serbacanggih seperti sekarang, segala hal sudah dilakukan via online. Termasuk dalam hal melamar pekerjaan. Mereka yang masih menenteng map berisi CV rasa-rasanya sudah jarang sekali ya.

Kebanyakan orang juga tak lagi mengirim lewat pos. Hampir semuanya cuma mengirim via email.

Nah, tahukah kamu, meski cuma lewat email, kamu tetap enggak bisa sembarangan mengirim lamaran kerja. Tetap ada etika dan tata krama yang perlu kamu jaga.

Sebab, bagaimanapun, tutur kata dan keterangan dalam surat elektronik (surel) biasanya dianggap mencerminkan dirimu, lho. Jadi tetap jaga formalitas meski tetap dengan bumbu kreativitas.

Nah, agar setidaknya lamaran kerja kamu mendapat apresiasi dari calon bos, yuk simak beberapa tips berikut ini. Semoga saja berawal dari apresiasi, kamu akan diberi kesempatan wawancara untuk memperkenalkan dirimu lebih jauh lagi.

Pakai alamat surel pribadi resmi

Jangan mengirim surat lamar pekerjaan menggunakan alamat surel yang aneh-aneh. Misalnya seperti TeguhCayankRani@gmail.com, Rudi_ganteng@yahoo.com, atau Linda_BlackWidow@gmail.com, dan semacamnya.

Kamu harus mengirim lamaran tadi dengan surel pribadi yang resmi. Misalnya, alamat surel dengan nama lengkapmu. Meski kelihatannya sepele, ini bisa jadi faktor surelmu dibaca oleh calon bos atau enggak.

Tulis subjek surel sesuai tujuan

Setelah memastikan alamat email-mu resmi, tulis subjek yang disesuaikan dengan tujuan kamu mengirim surel. Misalnya, subjek surelnya: “Lamaran pekerjaan untuk posisi content writer di Smart-Money.co”. Jadi jangan kamu buat subjeknya: “Lamaran kerja terkece dijamin gak nyesel”.

Tulis badan surel layaknya kamu membuat surat lamaran kerja

Jangan biarkan badan surel kosong. Sebab, hal itu sangat tidak sopan dan tidak beretika. Meski kamu sudah melampirkan dokumen pendukung, kamu tetap perlu menulis sesuatu—semacam surat lamaran kerja—di badan surel karena badan surel ini yang pertama dibaca pemberi kerja.

Kamu bisa buka dengan salam, lalu tulis secara singkat, jelas, dan sopan tujuan kamu mengirim lamaran pekerjaan dan kenapa kamu tertarik melamar di posisi itu. Arahkan pembaca surel untuk melihat lampiran yang sudah kamu unggah di badan surel tadi. Jangan lupa salam penutup dan bubuhkan nomor ponsel yang bisa dihubungi.

Misalnya, “Berdasarkan informasi yang didapatkan dari situs lowongan kerja, saya bermaksud untuk melamar pekerjaan di perusahaan Bapak/Ibu. Saya adalah lulusan Sastra Inggris, Universitas Indonesia….dan seterusnya.

Di akhir, kamu bisa tutup dengan, “Demikian surat lamaran pekerjaan dari saya. Dengan bekal ilmu, pengalaman, dan niat yang tulus, besar harapan saya agar diberi kesempatan wawancara untuk menunjukkan apa yang bisa saya berikan untuk perusahaan Bapak/Ibu…..”

Cukup simpel kan sebenarnya mengirim lamaran pekerjaan via surel? Agar bisa masuk hitungan HRD, tiga hal tadi harus kamu praktikkan. Jangan sampai kamu biarkan badan surel lamaran pekerjaan kosong dan hanya berisi lampiran CV doang.

Nah, semangat ya. Jika kamu tertarik untuk masuk ke dunia perbankan, kebetulan BCA sedang buka kesempatan berkarier, lho. Coba klik tautan ini.