5 Hal yang Enggak Boleh Kamu Lakukan di Kantor Baru Versi LinkedIn

Sombong temennya cuma orang sombong.
Sombong temennya cuma orang sombong.

Minggu-minggu pertama bekerja di tempat baru kerap membuat perasaan campur aduk. Senang karena bisa berada di lingkungan baru (dan mungkin karena gaji turut meningkat), juga dipenuhi rasa kekhawatiran.

Banyak pertanyaan yang bakal muncul di kepala. Misalnya, Apa atasan dan rekan kerja bakal suka denganku? Apa aku bakal suka dengan pekerjaan baru ini? Apa aku bisa bekerja dengan baik? Kerasan enggak aku di kantor ini?

Pertanyaan-pertanyaan serupa akan terus berhamburan sampai kamu benar-benar nyaman dan betah dengan pekerjaan barumu itu. Nah, bagi perempuan, kekhawatiran di tempat kerja baru bisa dua kali lipat dibandingkan laki-laki.

Perempuan bisa lebih lama merasa gugup di kantor baru ketimbang laki-laki. Perempuan juga dua kali lebih banyak memikirkan soal kecocokan kantor baru dengan dirinya.

Nah, tak jarang pula, karena grogi dan gugup, banyak kesalahan yang dibuat di minggu-minggu pertama bekerja di kantor baru. Survei LinkedIn, media sosial terkait pekerjaan dan karier, menemukan lima kesalahan besar yang jamak dilakukan seseorang di kantor baru selama 90 hari pertama.

Merasa paling tahu segalanya

Sebanyak 33% karyawan baru, karena ingin segera memikat atasan dan rekan kerja, bertindak seolah-olah sudah mengetahui segalanya. Tindakan ini justru jadi kesalahan besar, sebab pekerja baru membutuhkan waktu untuk beradaptasi.

Enggak mau bertanya

Karena gugup, para pekerja di kantor baru cenderung tidak mau bertanya. Dari survei LinkedIn, 21% karyawan baru susah menanyakan tugas yang mereka akan lakukan. Akhirnya, ekspektasi tidak bisa tercapai.

Memaksakan ide, tapi belum mempelajari deskripsi pekerjaan

Punya ide-ide segar tentu bagus bagi pekerjaan. Namun, bila dipaksakan, apalagi sebagai karyawan baru belum mempelajari tugas yang harus dikerjakan, justru jadi bumerang.

Sebanyak 17% karyawan baru melakukan kesalahan ini. Mereka menganggap ide tersebut cocok untuk kantor baru sehingga memaksakannya. Padahal, ide-ide segar harus disesuaikan dengan tugas dan kebutuhan di kantor baru.

Terlalu banyak mengambil pekerjaan

Ada juga karyawan baru yang mengambil banyak pekerjaan di minggu-minggu awal bekerja. Kesalahan ini dilakukan 7% karyawan baru.

Cuek dengan lingkungan kantor

Rasa gugup berada di kantor baru juga bisa menyebabkan karyawan baru memilih diam dan cuek. Dari riset LinkedIn, kesalahan ini dilakukan 6% karyawan baru. Meski sebagai karyawan baru, ada baiknya mencoba proaktif, membaur, dan mempelajari lingkungan kantor baru.

Minggu-minggu awal bekerja di kantor baru memang sangat krusial. Meski merasa gugup, usahakan hindari 5 kesalahan tadi.

Kamu bisa lebih berpikir positif, proaktif, membaur, dan mulai mempelajari lingkungan baru. Dengan begitu, kamu sudah memberikan kesan positif di tempat kerja baru.