5 Keraguan HRD Terhadap Fresh Graduate dan Cara Mengantisipasinya

Ilustrasi
Ilustrasi

Persaingan mendapatkan pekerjaan semakin sengit. Jangankan fresh graduate, mereka yang memiliki kompetensi dan pengalaman juga kian sulit mendapatkan panggilan kerja dari perusahaan incarannya.

Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi kamu yang berstatus lulusan baru. Apalagi HRD kerap memiliki keraguan pada pencari kerja yang merupakan fresh graduate.

Nah, untuk jadi bahan persiapan kamu sebelum wawancara, berikut 5 keraguan HRD terhadap fresh graduate dan cara mengantisipasinya.

1. Perusahaan Butuh Cepat Beradaptasi

Jika pertimbangannya adalah menekan cost pengeluaran gaji, fresh graduate memang jadi pilihan terbaik. Namun, di sisi lain, perusahaan tidak punya banyak waktu untuk melatih rekrutan barunya.

Itulah mengapa, HRD sebenarnya ragu jika memilih fresh graduate. Mereka butuh karyawan yang berpengalaman dan punya skill tertentu. Di sinilah kamu harus meyakinkan perekrut bahwa kamu mampu beradaptasi dengan cepat sesuai kebutuhan mereka.

2. Fresh Graduate Tidak Punya Pengalaman

Menurut Liz Ryan, HR Manager dan penulis buku Reinvention Roadmap: Break the Rules to Get the Job You Want and Career You Deserve, perusahaan dan manajer rekrutmen bisa mengidentifikasikan kandidat yang terlihat putus asa saat melakukan wawancara kerja.

Sikap tersebut, sebut Ryan, membuat perusahaan semakin tidak yakin untuk mempekerjakan fresh graduate. Inilah yang harus kamu hilangkan. Jangan sampai mereka melihat kamu seperti putus asa karena belum punya pengalaman.

3. Mental Belum Terasah

Menurut Association of American Colleges and Universities, kebanyakan perusahaan ragu-ragu menerima fresh graduate karena mereka dinilai belum memiliki mental dan kemampuan, misalnya seperti komunikasi profesional dan pikiran yang kritis.

Di sinilah kamu harus bisa menjawab dengan yakin bahwa kamu memiliki mental dan kemampuan tersebut. Meski semua itu merupakan hal yang tidak diajarkan secara akademis dan hanya terbentuk lewat pengalaman, yakinkan bahwa kamu berkualitas.

4. Dinilai Kurang Loyal

Hasil survei yang dilakukan Job Application Center mengungkapkan satu dari tiga partisipan milenial punya masalah dengan loyalitas. Di sinilah kamu dapat meyakinkan perekrut bahwa kamu memiliki loyalitas dan keinginan untuk sama-sama sama mengangkat perusahaan menjadi lebih berkembang.

5. Tak Ada yang Dilakukan Selama Menganggur

Dari survei Careerealism, para HRD kerap kali bertanya apa yang dilakukan fresh graduate saat masih menganggur. Jangan pernah mengaku bahwa kamu sering membiarkan waktu terbuang percuma. Katakan bahwa kamu memanfaatkan waktu menganggur dengan kegiatan seperti ikut seminar, kursus, magang, relawan organisasi, ataupun menjadi kontributor proyek tertentu. Dengan begitu, mereka akan menaruh impresi terhadap dirimu.

Itulah tadi beberapa hal yang membuat HRD menjadi ragu memilih fresh graduate. Sekarang kamu tahu kan bagaimana cara mengantisipasinya?

Gunakan jawaban yang dapat menambah nilai jual dirimu. Hindari hal-hal yang menurunkan rating kamu di mata HRD. Meski masih menganggur, cari kegiatan alternatif. Revisi daftar riwayat hidup karena ini merupakan salah satu bagian penting dalam membangun karier.

Perluas jaringan dengan banyak ikut webinar. Sebab biasanya peserta webinar itu kamu akan dimasukkan dalam WA group yang akan menambah pertemananmu.

Eksplorasi juga hobimu sebab dari situ biasanya lahir apa yang disebut Konsultan Sumber Daya Renee Suhardono sebagai passion atau keinginan yang kuat. Bangun eksistensi dirimu di internet. Misalnya dengan mulai menulis blog untuk portofolio kamu.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.