5 Kesalahan yang Tidak Kamu Sadari Saat Interview Kerja

Ilustrasi
Ilustrasi

Interview atau wawancara merupakan proses paling krusial dalam proses rekrutmen pegawai baru. Di situlah, perusahaan menilai kamu layak atau tidak untuk bekerja berdasarkan apa saja yang kamu tampilkan saat wawancara.

Saking krusialnya, kadang-kadang kamu melakukan kesalahan yang tidak disadari. Padahal, kamu sudah mempersiapkan segalanya agar bisa mulus saat wawancara.

Hal ini memang bukan tanpa sebab. Situasi wawancara kerja kerap membuat cemas. Apalagi, sebelum wawancara, kamu juga kadang harus menunggu giliran. Proses menunggu itu bikin deg-degan.

Rasa cemas membuat tidak fokus saat wawancara dan ujungnya, kamu membuat kesalahan yang kamu sendiri tidak sadar. Kesalahan ini bahkan bukan hanya dilakukan oleh fresh graduate saja, yang sudah berpengalaman kerja pun masih kerap melakukannya.

Berikut ini 5 kesalahan yang tidak disadari para kandidat saat wawancara kerja.

Terlambat Merespons Pewawancara

Mungkin kamu sudah datang lebih awal ke gedung tempat wawancara berlangsung. Kamu juga sudah mempersiapkan diri dengan baik. Namun, saat tiba giliran kamu diwawancarai, justru kamu terlambat merespons pewawancara.

Rasa cemas di menit-menit pertama biasanya membuat para kandidat berbicara terlalu cepat dan susah menemukan kata-kata untuk merespons pertanyaan pewawancara. Menit-menit berikutnya, mereka baru bisa menyesuaikan diri dengan pewawancara. Namun, itu sudah terlambat bila pewawancara sudah tidak tertarik sedari awal wawancara.

Terlalu Banyak Menceritakan Diri Sendiri

Menceritakan diri sendiri memang penting dalam wawancara. Jika terlalu berlebihan, justru malah berbahaya. Sebab, pewawancara akan menilai bahwa kamu lebih mementingkan diri sendiri ketimbang perusahaan.

Contoh kasusnya seperti ini, banyak kandidat menceritakan bahwa alasan bergabung di perusahaan karena ingin belajar dan ingin tantangan baru. Alasan itu justru tidak tepat. Perusahaan tidak peduli dengan itu. Perusahaan hanya peduli apa yang akan ditawarkan kandidat pada perusahaan bila diterima.

Terlihat Lelah

Banyak kebiasaan kamu saat wawancara justru membuat kamu seolah-olah terlihat lelah. Misalnya saja, duduk bersandar, sering melihat ke arah bawah, atau berbicara lemah.

Sebaiknya, saat wawancara kamu menunjukkan energi dan semangat. Tak perlu berapi-api, cukup duduk tegak, menatap langsung ke arah pewawancara, dan berbicara jelas.

Kurang Percaya Diri

Kurang kepercayaan diri bisa sangat terlihat saat wawancara. Misalnya, saat menjawab pertanyaan, kebanyakan kandidat yang kurang percaya diri biasanya akan memainkan jari-jari mereka, menunduk, atau memainkan pulpen. Rasa kurang percaya diri ini tentu akan memengaruhi penilaian perusahaan terhadap kamu.

Membuat Bingung Pewawancara

Saat menjawab pertanyaan pewawancara, intonasi jelas saja tidak cukup. Jawaban-jawaban kamu harus terstruktur, komprehensif, dan sesuai dengan apa yang ditanyakan pewawancara. Jangan sampai jawaban-jawaban yang kamu berikan justru membingungkan pewawancara.

Kesalahan-kesalahan yang tidak disadari ini bisa saja membuatmu gagal dalam proses rekrutmen. Semoga, dengan mengetahui kesalahan-kesalahan ini, kamu bisa mempersiapkan diri lebih baik saat wawancara.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.