5 Penyebab HRD Ragu-ragu Pilih Fresh Graduate

Ilustrasi fresh graduate
Ilustrasi fresh graduate

Apa benar mencari pekerjaan jadi semakin sulit saat pandemi? Adakah penelitian atau riset yang mendukung hal tersebut? Nah, lanjut baca yuk.

Pada dasarnya, persaingan dalam mencari pekerjaan memang meningkat dan semakin sulit—dan ini sudah terjadi sebelum COVID-19 datang.

Tak sedikit para pelamar kerja yang memiliki kompetensi tinggi dan berpengalaman jarang mendapatkan panggilan kerja dari perusahaan incarannya. Malahan susahnya mencari pekerjaan tak hanya dialami oleh para mahasiswa yang baru lulus, tetapi juga para profesional yang telah memiliki pengalaman.

Nah rupanya, hal inilah yang mendasari hasil riset yang dilakukan Harris Poll mengenai dampak karier pada saat pandemi.

Dari survei yang dilakukan terhadap 1.000 responden yang bekerja tersebut, sekitar 78% mengatakan mereka tidak akan mempertimbangkan perubahan pekerjaan selama pandemi COVID-19. Menurut mereka, bertahan jadi pilihan paling bijaksana, sekalipun sebagian mungkin sudah merasa jenuh dan butuh tantangan baru dalam kariernya.

Nah, di satu sisi, semestinya hal ini jadi peluang untuk mereka yang masih mencari pekerjaan. Sebab, persaingan pencarian pekerjaan jadi lebih sedikit.

Apalagi bagi fresh graduate, peluang sepertinya jadi lebih besar karena perusahaan kini mencari karyawan yang “harganya” relatif lebih murah dari yang berpengalaman.

Sayangnya, fakta berkata lain. Setidaknya ada 5 alasan mengapa perusahaan masih ragu-ragu memilih fresh graduate saat pandemi. Apa saja? Simak yuk.

1. Perusahaan Butuh Cepat Beradaptasi

Banyak perusahaan yang memang terpaksa melakukan efisiensi karena mengalami krisis. Demi menekan cost gaji, fresh graduate dinilai lebih murah. Namun pandemi justru menuntut perusahaan lebih fight menghadapi tantangan.

SDM yang punya pengalaman dan skill justru lebih menguntungkan karena perusahaan tak perlu meng-upgrade kemampuan lulusan baru. Perusahaan juga jadi lebih cepat melakukan adaptasi dan menjalankan strategi-strategi dalam menghadapi krisis.

2. Fresh Graduate Tidak Punya Pengalaman

Menurut Liz Ryan, HR Manager dan penulis buku Reinvention Roadmap: Break the Rules to Get the Job You Want and Career You Deserve, perusahaan dan manajer rekrutmen bisa mengidentifikasikan kandidat yang terlihat putus asa saat melakukan wawancara kerja.

Sikap tersebut, sebut Ryan, justru membuat perusahaan semakin tidak yakin untuk mempekerjakan Anda. Rasa putus asa ini banyak disebabkan karena kurangnya pengalaman. Apalagi pengalaman jadi pertanyaan yang paling sering dilontarkan HRD saat wawancara kerja.

3. Mental Belum Terasah

Menurut Association of American Colleges and Universities, kebanyakan perusahaan ragu-ragu menerima fresh graduate karena mereka dinilai belum memiliki mental dan kemampuan, misalnya seperti komunikasi profesional dan pikiran yang kritis. Sayangnya, kemampuan ini adalah hal yang tidak diajarkan secara akademis dan hanya terbentuk lewat pengalaman.

4. Dinilai Kurang Loyal

Hasil survei yang dilakukan oleh Job Application Center juga mengungkapkan satu dari tiga partisipan milenial punya masalah dengan loyalitas. Padahal di saat pandemi seperti ini loyalitas pegawai dibutuhkan untuk sama-sama mengangkat perusahaan untuk bertahan.

5. Tak Ada yang Dilakukan Selama Menganggur

Dari survei Careerealism, para HRD kerap kali bertanya apa yang dilakukan fresh graduate saat masih menganggur. Sayangnya, banyak yang menjawab Banyak membiarkan waktu terbuang percuma. Padahal memanfaatkan waktu menganggur dengan kegiatan seperti ikut seminar, kursus, magang, relawan organisasi, ataupun menjadi kontributor proyek tertentu bisa jadi nilai tambah pelamar tersebut.

Itulah tadi beberapa hal yang membuat HRD menjadi ragu-ragu memilih fresh graduate. Hal ini sejalan dengan survei Job Application Center tadi bahwa sebanyak 91 persen responden milenial mengaku bahwa mereka kesulitan mendapatkan pekerjaan usai lulus kuliah.

Yuk berubah. Hindari hal-hal yang menurunkan rating kamu di mata HRD. Meski masih menganggur, cari kegiatan alternatif. Revisi daftar riwayat hidup karena ini merupakan salah satu bagian penting dalam membangun karier.

Perluas jaringan dengan banyak ikut webinar. Sebab biasanya peserta webinar itu kamu akan dimasukkan dalam WA group yang akan menambah pertemananmu.

Eksplorasi hobimu sebab dari situ biasanya lahir apa yang disebut Konsultan Sumber Daya Renee Suhardono sebagai passion atau keinginan yang kuat. Bangun eksistensi dirimu di internet. Misalnya dengan mulai menulis blog untuk portofolio kamu.

Bagaimana? Siap menjawab tantangan?

Coba mulailah dari tantangan karier di BCA di tautan ini.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.