6 sikap yang harus dihindari saat wawancara kerja

Wawancara kerja.
Wawancara kerja.

Saat wawancara kerja, biasanya kamu akan menemui bagian HRD -- kita sebut saja “perekrut”. Kemungkinan besar, dia adalah orang yang sangat berpengalaman dalam memilah dan mewawancara calon karyawan baru.

Dalam waktu 15 menit pertama, si perekrut akan tahu berbagai macam sikap calon karyawannya. Dia akan menyimpulkan apakah kamu orang yang tepat untuk mengisi jabatan yang kamu inginkan.

Supaya berjalan lancar, berikut beberapa sikap yang harus dihindari dalam wawancara kerja.

Terlalu sombong dan percaya diri

Membanggakan pencapaian kamu di pekerjaan sebelumnya boleh saja, tapi kalau berlebihan tentu saja tak bagus. Mungkin kamu akan merasa sebagai seorang jenius, tapi perekrut akan berpikir bahwa kamu adalah orang yang sok tahu.

Terlalu sombong juga akan membuat si perekrut akan merasa kamu memiliki ego besar dan bukan seorang team player. Tak ada salahnya menyampaikan pencapaian kamu dengan rendah hati dan memuji rekan kerja kamu sebelumnya.

Mengatakan hal negatif

Survey dari CareerBuilder menemukan bahwa 62% atasan tak mau mempromosikan pegawainya yang punya sikap negatif atau terlalu pesimis.

Sebaiknya juga jangan menjelek-jelekkan tempat kamu sebelumnya bekerja di depan perekrut. Jika kamu ada masalah di tempat kerja sebelumnya, katakanlah kamu merasa tenagamu terlalu diperas, bilang saja masalah-masalah itu mengajarkanmu untuk jadi pribadi yang lebih baik.

Tidak memiliki opini yang kuat

Cobalah sedikit kritis dan pertanyakan hal yang mengganggu pikiranmu. Tentu saja alasanmu untuk kritis juga harus jelas. Juga jangan lupa balik ke poin satu, jangan sampai kamu terdengar sebagai orang yang sok tahu.

Membanggakan diri sebagai pekerja keras

Ini mirip dengan poin nomor satu. Mungkin kamu memang pekerja keras yang berdedikasi tinggi, tapi jangan membanggakannya secara berlebihan. Contohnya, jangan mengatakan, “Saya tak pernah tidak masuk kantor, saat lagi flu ringan saja saya tetap masuk.”

Perekrut mungkin akan merasa bahwa kamu orang yang jorok dan tak mementingkan kesehatan. Jika kamu bawa penyakit yang menular ke rekan kerja, perusahaan malah rugi karena karyawannya pada sakit.

Terlalu banyak berbagi soal kehidupan pribadi

Ingat, saat wawancara kerja, kemungkinan kamu baru bertemu untuk pertama kali dengan si perekrut. Hindari berbagi terlalu banyak soal kehidupan pribadi, sebab perekrut mungkin akan merasa bahwa kamu terlalu banyak cari perhatian, alias caper.

Hindari juga menampilkan sisi emosional kamu secara berlebihan. Masa kamu emosian atau menunjukkan tanda-tanda ingin menangis pada saat wawancara kerja?

Hadir tapi “tidak hadir”

Ada beberapa sikap yang menunjukkan kalau kamu orang yang tak sopan dan suka bodo amat, seperti gestur-gestur yang menunjukkan bahwa kamu orang yang suka mengabaikan sekeliling. Misalnya, melihat jam atau menengok notifikasi di smartphone kamu. Sikap yang harus paling dihindari adalah datang terlambat.

Datanglah lebih awal dan taruhlah smartphone di saku, jangan di tanganmu. Tunjukkan pada perekrut bahwa wawancara ini adalah prioritas terpentingmu saat ini.