72 Persen Milenial Butuh Bisnis Sampingan

Bisnis sampingan bisa macam-macam, tergantung pada bakat masing-masing.
Bisnis sampingan bisa macam-macam, tergantung pada bakat masing-masing.

Passion kerap dielu-elukan sebagai sesuatu yang harus diikuti. Khusus generasi milenial, mantra follow your passion kerap jadi prioritas utama dalam membangun karier.

Dari studi yang dilakukan Department26—sebuah perusahaan konsultan manajemen—pada 2018, total 44% milenial memilih pekerjaan yang sesuai passion. Sementara itu, 42% memilih pekerjaan karena gaji yang ditawarkan besar.

“Generasi milenial yang kami survei dan wawancarai menilai passion sebagai prioritas utama karena tujuan lebih penting untuk generasi ini dibandingkan generasi lainnya,” ujar Miki Reilly-Howe, Managing Director of Department26, seperti dikutip dari The Ladders.

Meski begitu, terkait passion ini, ada temuan menarik dari hasil survei yang dilakukan perusahaan asuransi Amerika Serikat, The Hartford. Saat membuka bisnis sampingan, generasi milenial justru tidak menyebut passion sebagai alasan utama.

Survei yang dilakukan Mei 2019 itu menemukan bahwa 72% generasi milenial ternyata membuka bisnis sampingan karena alasan finansial. Hanya 7% milenial yang mengikuti passion. Sementara, 18%-nya, beralasan ingin mengubah gaya hidup.

Berbisnis harus menyenangkan

Nick Loper, pendiri Side Hustle Nation, menyebut alasan milenial tersebut masuk akal. Ia pun menyarankan agar milenial membuka bisnis bukan hanya karena ingin menyalurkan passion.

“Pertama, true passion itu langka. Kedua, mungkin saja pasar di sekitar passion kamu kecil sekali,” katanya, seperti dikutip dari CNBC.

Loper menambahkan, bila kamu memulai bisnis dari sesuatu yang kamu sukai, kamu bisa frustrasi ketika kamu gagal memonetisasi passion. Sebaliknya, Loper juga memberi peringatan bila alasan membuka bisnis hanya karena uang.

“Kamu akan kehilangan motivasi bila hasil yang diharapkan tidak kunjung datang. Meskipun akhirnya berjalan, apakah uang itu cukup untuk membuat kamu bertahan?” tutur Loper.

Berbisnis, imbuh Loper, harus menjadi sesuatu yang menyenangkan. Dengan begitu, kamu akan lebih terbuka dengan peluang-peluang bisnis di depanmu.