9 Cara Membuat Deskripsi Diri Biar HRD Langsung Naksir

Suasana interview kerja
Suasana interview kerja

Saat melakukan wawancara kerja alias interviu, ada satu permintaan HRD yang kadang bikin kita bingung menjawabnya. Permintaan itu adalah, “Coba deskripsikan diri kamu.”

Kalau dipikir-pikir, deskripsi itu sebenarnya sederhana. Kalau dalam CV, isinya adalah ringkasan profil yang biasanya ditulis dalam beberapa kalimat singkat. Profil yang diangkat itu seputar pendidikan, skill, dan pengalaman kamu. Sederhana, kan?

Tapi ternyata kenyataannya enggak demikian, Guys. Sebuah survei dari platform lowongan kerja Ekrut mengatakan 6 dari 10 pelamar rupanya kurang menguasai cara membuat deskripsi.

Nah, kira-kira kamu termasuk yang bisa atau tidak?

Paling tidak, dari survei tadi kita bisa melihat bahwa deskripsi diri ternyata enggak semudah yang dibayangkan. Pasalnya kamu tidak hanya harus membuatnya singkat, tetapi juga harus dapat membuat HRD langsung naksir.

Biar enggak nge-blank banget, simak yuk tips mudah membuat deskripsi diri pada CV.

1. Buat yang Ringkas

Seperti disampaikan sebelumnya, deskripsi diri itu cukup dibuat ringkas. Jangan bertele-tele karena hanya akan membuat halaman CV kamu tebal macam skripsi.

Selain itu, HRD itu waktunya sedikit. Dan pelamar biasanya lebih dari satu. Jadi jangan buang waktu mereka karena kamu terlalu banyak cerita soal diri kamu.

Lalu berapa sih skala ringkasnya? Jika kamu membuatnya dalam format poin, cukup dua sampai tiga poin. Tapi kalau dalam format paragraf, satu saja sebenarnya cukup. Namun bila terlalu padat bolehlah dua paragraf.

2. Tonjolkan Poin yang Jadi Unggulanmu

Hal ini penting untuk kamu yang punya banyak pengalaman, baik itu pengalaman kerja maupun pengalaman ikut seminar, organisasi, dan semacamnya. Soalnya membuat deskripsi menarik itu bukan berarti semua pengalamanmu harus kamu masukkan.

Pilih dan tonjolkan yang jadi unggulan dirimu. Biar gampang, lihat dulu kualifikasi yang ditetapkan di kantor tempat kamu melamar.

Jika mereka mencari seorang yang berpengalaman, tonjolkan lamanya kamu bekerja dan di mana saja kamu pernah magang. Jika yang jadi kualifikasinya skill tertentu, tonjolkan bahwa kamu punya kemampuan, keterampilan, atau pengetahuan yang sesuai.

Ambil contoh, kantor tujuan kamu kerap mengadakan event internasional. Tonjolkan kalau kamu menguasai bahasa asing. Lalu kalau kamu pernah bekerja dengan salah satu organisasi PBB, tergabung dalam kepanitiaan berskala internasional, ataupun membuat karya dan produk tertentu, tonjolkan saja. Kemudian jika kamu merasa nama kampusmu juga jadi nilai tambah karena adanya relasi alumni di kantor tujuanmu, cantumkan.

3. Sebutkan Pencapaian

Ini menyambung dengan poin nomor dua. Jabarkan beberapa karya kamu. Bisa buku, artikel yang memenangkan lomba, jurnal, iklan yang tayang, hasil desain populer, dan masih banyak lagi. Nantinya, karya-karya ini akan dilihat HRD dan paling tidak membuatmu unggul dari peserta lain.

4. Identifikasi Diri Secara Profesional

Jangan sembarangan memperkenalkan diri. Pilihlah jabatan profesional untuk mendeskripsikan dirimu. Misalnya kamu adalah seorang analis data, ilustrator, fotografer, marketer, editor, dan lain sebagainya.

5. Jelaskan Tujuan Karier Kamu

Poin ini sering diabaikan pelamar. Padahal poin ini cukup menggambarkan bahwa kamu seseorang yang punya tujuan, target, dan motivasi. Sebab jika tujuannya terkesan tidak berhubungan dengan posisi yang dilamar, maka HRD akan melihat kamu sebagai orang yang sekadar cari kerja biar ada pemasukan.

6. Gunakan Angka

Saat membuat deskripsi, buatlah skor mengenai diri kamu. Misalnya kemampuan bahasa Inggris nilainya 9 dari 10; penguasaan teknologi informasi nilainya 8 dari 10; dan lain-lain. Hal ini bisa membantu HRD menilai seberapa baik dirimu.

7. No Typo

Please, untuk yang satu ini harus kamu perhatikan betul-betul. CV, resume, cover letter, dan semacamnya adalah representasi dirimu untuk HRD. Untuk deskripsi diri, upayakan sempurna ya. Jangan sampai typo.

8. Percaya Diri

Biasanya ada yang cakap dalam tulisan di CV tapi tidak andal saat berucap lisan. Padahal, ingat, HRD bisa saja memintamu untuk menceritakan deskripsi diri. Jadi selain sempurna di CV, latih diri kamu untuk bercerita soal deskripsi diri. Maka dari itu, kuatkan kepercayaan diri kamu.

9. Jangan Lebay

Terakhir, jangan lakukan ini. Melebih-lebihkan kemampuan justru akan terdengar sombong bagi HRD. Lebih baik mengatakan belum pernah melakukan suatu hal, tapi kamu punya bekal dan keinginan untuk belajar daripada menyombongkan diri tapi nol besar saat diminta praktikkan di depan HRD.

Misalnya, kamu mengaku bisa lima bahasa, salah satunya bahasa Korea. Kemudian ketika ditantang HRD bicara bahasa Korea, kamu malah belepotan. Contoh lain, kamu mengaku punya pengalaman kerja dengan organisasi internasional. Tapi ketika ditanya tugas dan project yang dikerjakan gelagapan.

Bagaimana, sudah terbayang mau buat deskripsi diri?

Contoh Deskripsi Diri

Biar ada gambaran, berikut beberapa contoh deskripsi diri yang bisa kamu jadikan referensi.

Fresh Graduate/First Jobber

Lulusan S1 Komunikasi dengan pengalaman magang di salah satu media berbasis digital. Pernah tergabung dalam tim yang mengimplementasikan kampanye perbaikan gizi untuk anak bersama WHO dan Unicef. Mencari kerja untuk semakin berkembang dalam setiap kesempatan.

Punya pengalaman

Lulusan S2 Akuntansi Universitas Indonesia. Pernah bekerja dua tahun di sebuah perusahaan asuransi dan tiga tahun di industri perkebunan. Menguasai pengetahuan akuntansi umum, payroll, budgeting, , pembukuan, serta berpengalaman mempraktikkan prosedur akuntansi inovatif untuk meningkatkan efisiensi perusahaan.

Masih Kuliah

Mahasiswa tingkat akhir Desain Institut Kesenian Jakarta. Aktif dalam keanggotaan organisasi kampus dan mengajar di salah satu lembaga pendidikan informal. Punya ketertarikan tinggi di dunia desain dan grafis serta pernah memenangkan lomba infografik yang diadakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk tingkat SMA.

Bagaimana sekarang, sudah dapat bayangan ya. Yuk segera perbaiki deskripsi diri kamu di CV. Buat yang ringkas, jelas, dan menarik. Kemudian latih diri kamu untuk bercerita.

Klik peluang kerja di sini.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.