Awas Lowongan Kerja Fiktif di Perusahaan Online Gadungan

Ilustrasi penipuan lowongan pekerjaan
Ilustrasi penipuan lowongan pekerjaan

Seiring perkembangan zaman berbagai modus kejahatan penipuan makin marak. Tidak terkecuali dalam hal lowongan pekerjaan.

Modus penipuan ini pun sudah banyak memakan korban. Dari mulai karyawan, ibu rumah tangga, sampai pelajar dan mahasiswi yang memang butuh pekerjaan, menjadi korban keganasan pelaku. Kebanyakan dari mereka tertipu karena diiming-imingi pekerjaan mudah dengan keuntungan besar yang berbalut sistem manajemen bisnis yang inovatif.

Awalnya pelaku memang terkesan ingin membantu, namun buntutnya ya itu tadi. Tak jarang dari mereka yang berhasil meraup untung hingga miliaran rupiah lho. Kok bisa sih? Jawabannya tentu saja bisa.

Bagaimanapun, bisnis online saat ini tengah menjadi primadona banyak anak muda. Selain sarat gadget dan koneksi internet, bisnis online terkesan "anak muda banget". Sayangnya, banyak juga yang kurang berhati-hati dalam menerima tawaran kerja di perusahaan online.

Lantas bagaimana supaya kamu tidak jadi korban penipuan lowongan kerja di bisnis online? Yuk simak beberapa cara berikut ini.

1. Curiga Pada Tawaran yang Terlalu Menggiurkan

Uang memang sudah jadi suatu kebutuhan bagi banyak orang. Uang pula yang menjadi alasan orang mencari kerja. Namun persaingan untuk mendapatkan pekerjaan semakin tinggi. Meski berstatus sarjana, jika tidak memiliki skill lebih akan mudah tersisih.

Rupanya, inilah yang menjadi senjata para penipu bisnis online. Tinggal menjanjikan penghasilan menggiurkan, banyak orang tertarik untuk bergabung. Korban biasanya tak merasa keberatan menyetor sedikit uang lantaran dijanjikan akan mendapatkan penghasilan besar setelah bergabung. Padahal semua itu abal-abal.

2. Verifikasi Keberadaan Perusahaan

Lantaran online, banyak korban yang kesulitan mencari keberadaan perusahaan penipu. Nah, yang perlu kamu tahu, sebuah bisnis setidaknya tetap membutuhkan bangunan fisik untuk melakukan pencatatan sederhana, sekalipun itu sebuah bisnis rumahan. Jadi pastikan keberadaan bangunan kantornya ya. Jika tidak ada, besar kemungkinan perusahaan tersebut abal-abal dan hanya menginginkan uangmu saja.

3. Perusahaan Asing Juga Tetap Harus Punya Kantor Cabang di Indonesia

Tidak jarang bisnis online yang berani mengklaim bahwa perusahaan mereka merupakan cabang dari sebuah perusahaan bisnis besar dan sudah terkenal di luar negeri. Namun tetap saja, harus ada kantor cabang di Indonesia. Apalagi sebuah perusahaan multinasional tentu saja bukan sebuah perusahaan yang kecil. Termasuk dengan segala perizinannya ya.

4. Memiliki Kantor Fisik Bukan Jaminan Aman

Namun meski memiliki kantor, tidak lantas kamu tidak perlu waspada ya. Teliti lebih lanjut mengenai status kantor, bisnis yang dijalankan, review dari beberapa pekerja, dan berita-berita terkait dengan bisnis tersebut. Jangan sampai kamu malah terlibat dengan kantor yang ilegal dan cacat perizinan.

5. Modus Perekrutan

Ini merupakan cara yang kerap kali digunakan banyak bisnis online sekarang. Kebanyakan menawarkan pekerjaan atau bisnis yang mengharuskan kamu merekrut rekan-rekan sebagai bawahan. Kamu akan diberi reward berupa uang tunai sebagai honor karena telah berhasil merekrut orang.

Hati-hati dengan sistem seperti ini ya. Meskipun mereka memiliki produk yang ditawarkan sebagai barang bisnis, bisa jadi itu hanya kedok saja. Beberapa kasus menunjukkan perusahaan abal-abal ini sebenarnya lebih fokus mendulang untung dari perekrutan orang ketimbang menjual produknya.

Nah, itu tadi beberapa hal yang perlu kamu perhatikan agar tidak menjadi korban penipuan lowongan bekerja di perusahaan online. Yuk tingkatkan kewaspadaan.