Banyak Pekerjaan Baru di Perbankan, Apa yang Harus Kamu Miliki?

Direktur BCA, Lianawaty Suwono.
Direktur BCA, Lianawaty Suwono.

Sering denger kan, era revolusi industri keempat bakal menggeser peran manusia dengan kecanggihan teknologi.

Diprediksi sejumlah pekerjaan lama akan hilang. Beberapa profesi baru akan muncul. Siapa yang tidak bisa berubah dan mengikuti perkembangan zaman, akan semakin tertinggal dari yang lain.

Begitulah insight yang setiap hari kita dengar. Perkembangan teknologi ini rupanya tidak hanya mengubah cara kita hidup, tapi juga cara manusia bekerja. Lantas bagaimanakah kita menyikapinya?

HR Director BCA, Lianawaty Suwono mengatakan fenomena perubahan ini memang mau tak mau harus disikapi dengan bijak oleh semua pihak. Semua pelaku industri saat ini harus beradaptasi dengan mempersiapkan sumber daya manusia yang lebih lincah menghadapi perubahan.

Mereka sadar bahwa yang punya kemampuan inovasi akan lebih dicari. Sementara yang lamban berkembang harus berusaha meningkatkan diri dulu.

Jadi inilah yang penting untuk kamu ketahui. Kamu harus segera meningkatkan kemampuanmu untuk bersaing. Sebab jika kamu abaikan, bukan tidak mungkin justru kamu yang akan terdepak dan makin sulit mencari pekerjaan.

Nah, kemampuan apa saja sih yang dibutuhkan industri ke depannya. Ini dia bocoran dari Lianawaty Suwono yang patut kamu simak.

1. Memecahkan masalah yang kompleks

Problem solving atau pemecahan masalah jelas menjadi skill yang krusial di masa sekarang. Tak sekadar teori, kreativitasmu dalam memecahkan masalah akan dibutuhkan. Umumnya, kreativitas anak muda seperti kita akan dikolaborasikan dengan yang berpengalaman.

Mudah? Jangan anggap remeh dulu ya. Sebab seorang pemecah masalah di zaman sekarang tidak bisa sembarangan meniru atau mengadopsi metode lama lho. Riset-riset baru perlu kamu kantongi. Tentunya yang berbau hal baru dalam hal ini teknologi.

2. Berpikir kritis

Kemampuan yang satu ini boleh dibilang memang lawas ya. Tapi bukan berarti kuno dan tak terpakai lagi. Berpikir kritis itu identik dengan anak muda. Nah, di saat generasi sebelumnya cenderung mengikuti metode atau teori, di sinilah peran seorang yang kritis itu berarti.

Skill dasar ini jadi hal wajib yang perlu kamu bawa saat melamar kerja. Sebab umumnya, berawal dari sikap kritis, ide baru akan muncul dan melahirkan inovasi baru.

Selain itu, seperti pernah disampaikan dalam World Bank Forum di Bali tempo lalu, dengan berpikir kritis, kita jadi bisa melihat gambaran besar suatu persoalan dan akar masalahnya sehingga bisa memutuskan dan membedakan apakah hal tersebut benar atau salah.

3. Membuat ide kreatif

Ini dia skill wajib yang tak bisa dibantah lagi. Kata Lianawaty, mungkin teknologi, mesin, ataupun robot bisa membantu manusia mendapatkan sesuatu dalam waktu cepat. Namun sebuah robot tak bisa menjadi kreatif seperti manusia.

Perbanyaklah wawasanmu mengenai perkembangan yang ada. Lalu gunakan pikiran kritismu tadi untuk menghasilkan kreativitas yang dibutuhkan perusahaan. Bawa ide tersebut dan beri jaminan pada perusahaan yang kamu tuju.

4. Membangun hubungan

Terlepas dari berbagai inovasi teknologi yang ada, skill berkomunikasi dalam hal ini menjalin hubungan dengan klien masih sangat dibutuhkan. Dampak signifikan dari banyaknya inovasi teknologi adalah makin menjauhkan hubungan langsung antarmanusia, apalagi di dunia perbankan yang sangat sarat solusi digital. Untuk tetap bisa menjadi bank pilihan, hubungan saling kenal dan dekat dengan klien atau nasabahlah yang mampu menjaga pertumbuhan bisnis perusahaan.

5. Mengumpulkan, mengolah, dan menganalisa data

Nah, dari semuanya, mungkin yang paling fresh adalah kemampuan mengumpulkan dan mengolah data. Seperti diketahui, data menjelma sebagai penentu persaingan di pasar. Dengan data, perusahaan atau bisnis bisa menemukan formula yang tepat untuk membuat sebuah produk atau layanan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat.

Bagaimana siap menerima tantangan bekerja di perbankan? Saatnya mengembangkan diri nih ya.

Lianawaty sendiri memang sudah kenyang pengalaman dalam menghadapi segala bentuk perubahan yang terjadi. Baik generasi Baby Boomers, generasi X, generasi Y yang biasa disebut milenial, hingga generasi Z di barisan karyawan magang, semua memiliki karakteristik masing-masing.

Namun di antara semuanya, ada satu hal yang paling diharapkan dimiliki oleh semua generasi, yakni daya juang. Nah, apa yang dimaksud dengan Lianawaty soal daya juang? Coba deh simak video bincang-bincang beliau bersama Smart-Money.co yang dilakukan baru-baru ini.

Yuk, tantang diri kita untuk berjuang lebih baik lagi dari sekarang.

Kala Perbankan Gandeng Milenial