Benarkah Jumlah Halaman CV Mempengaruhi Lamaran Pekerjaan?

Ilustrasi
Ilustrasi

CV alias curriculum vitae adalah senjata pertama kita saat melamar pekerjaan. Meski tidak mutlak, CV ini bisa mencerminkan kepribadian sehingga bisa mempengaruhi ketertarikan HRD perusahaan.

Fokus utama dalam membuat CV sebenarnya daftar riwayat hidup dari latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, hingga skill yang kita miliki. Tapi tahukah kamu kalau zaman sekarang memilih desain juga merupakan bagian penting saat membuat CV. Terlebih untuk kamu yang melamar di bidang kreatif.

Hanya saja, lantaran terlalu fokus sama desain menarik, orang sering lupa memperhatikan beberapa hal penting lainnya. Salah satunya soal jumlah halaman.

Penasaran kenapa jumlah halaman sangat penting? Simak yuk penjelasannya dan hal-hal penting lainnya.

1. Jumlah halaman

Pernah menghadiri acara job fair? Pernah lihat ada calon pelamar bawa CV berlembar-lembar, enggak? Selalu ada saja pelamar yang membawa CV tebal. Malah ada yang sampai lima lembar dan itu belum termasuk surat lamaran kerja atau cover letter.

Memang sih tak ada aturan di atas kertas yang mengatakan batas jumlah halaman CV. Namun CV tentu berbeda dengan esai. CV yang terlalu panjang juga tidak menjamin kamu diterima oleh perusahaan. Takutnya, tim rekruiter malah sulit menemukan hal yang mereka butuhkan dari CV kamu.

Mantan Senior Vice President of People Operations Google, Laszlo Bock, pernah mengatakan seharusnya pengalaman sepanjang 10 tahun sekalipun bisa dirangkum di satu halaman CV.

Kalaupun susah kamu rangkum, setidaknya cukup dibuat 2 halaman saja. Hal ini supaya profil diri kamu itu betul-betul terlihat. Jadi CV kamu pun lebih efektif untuk dibaca.

2. Jenis font

Kaget kan kalau jenis font ternyata punya pengaruh? Begini. CV yang menggunakan jenis font terlalu artistik kadang malah jadi kurang baik. Pasalnya informasi yang disampaikan bisa jadi sulit dipahami.

Maka dari itu, pilihlah yang nyaman dibaca. Kamu bisa pakai Calibri, Georgia, Verdana, ataupun Arial. Selain terlihat simpel, jenis font tersebut mudah dibaca dan terlihat lebih rapi.

3. Ukuran font

Setelah jenisnya, sekarang ukurannya. Jangan karena ingin membuat CV dua halaman lantas kamu memilih ukuran font yang kecil.

Begitu pula sebaliknya, jangan karena informasi dan pengalamanmu masih sedikit lantas kamu memilih font besar dan merenggangkan paragrafnya.

Sebaiknya ukuran font yang ideal adalah 11pt atau 12pt. Selain akan terlihat lebih rapi, diharapkan recruiter bisa dengan jelas membaca informasi yang kalian sampaikan.

Nah itu tadi tiga hal penting yang harus kamu perhatikan saat membuat CV. Sudah siap menjawab tantangan di dunia kerja? Bidang apa yang kamu idamkan?

Tengok peluang dan tantangan bekerja di BCA. Siapa tahu kamu yang dibutuhkan.

Klik di sini ya.