Cara Efektif Minta Bos Menyetujui Kenaikan Gaji

Ada bos di belakang tapi takut mau ngomong?
Ada bos di belakang tapi takut mau ngomong?

Sudah bekerja bertahun-tahun, tapi gaji enggak naik-naik. Atau, sudah banyak berkontribusi, tapi perusahaan enggak memberikan kenaikan gaji? Mungkin kamu pernah merasakan hal demikian.

Perasaan ingin dihargai karena kinerja dan loyalitas merupakan hal wajar. Bagaimanapun, penghargaan seperti kenaikan gaji bisa meningkatkan semangat bekerja dan akhirnya berimbas pula bagi perusahaan.

Meski begitu, menegosiasikan kenaikan gaji dengan bos atau atasan bukan masalah gampang. Selalu ada keragu-raguan karena sudah memikirkan penolakan dari perusahaan.

Biasanya juga, mereka yang ingin kenaikan gaji bingung cara bernegosiasi dengan bos. Akhirnya, gaji segitu-segitu saja dan mungkin dengan pekerjaan yang bertambah.

Untuk bisa bernegosiasi kenaikan gaji, kamu harus pandai mengatur kata-kata yang pas sehingga atasan tak punya pilihan selain menaikkan gaji. Nah, Geoffrey James (penulis buku Bussiness without the Bullsh*t) punya trik yang bisa kamu pakai agar atasan mau menaikkan gaji. Mau tau triknya, yuk simak.

Akhir tahun dan awal tahun jadi waktu tepat untuk negosiasi gaji

Kamu enggak bisa asal-asalan meminta kenaikan gaji. Kamu harus melihat waktu yang tepat untuk bernegosiasi. Waktu yang tepat itu, menurut James, ada di akhir tahun dan awal tahun.

Alasannya, pertama, di akhir tahun, perusahaan biasanya sudah punya laporan keuangan. Perusahaan sudah bisa mengetahui pendapatan tahunan. Saat itulah waktu yang tepat untuk meminta kenaikan gaji. Perusahaan bisa lebih mudah menyetujui karena ada bujet berlebih.

Kedua, di akhir tahun, atasan akan bersikap lebih baik dari biasanya. Ini lantaran akhir tahun adalah masa liburan. Seorang bos yang keras pun bisa lunak menjelang libur akhir tahun.

Ketiga, mencari karyawan baru di akhir tahun sangat sulit. Perusahaan tidak akan mau repot-repot mencari pengganti, apalagi biaya mencari rekrutan baru tidak murah. Lebih murah menaikkan gaji ketimbang mencari pengganti.

Mengalkulasi value diri sendiri

Hampir setiap perusahaan punya pola pikir sederhana. Mereka akan menganggap gaji karyawan sebagai beban yang bisa mengurangi keuntungan.

Nah, untuk itu, dalam bernegosiasi kamu juga harus memiliki pola pikir sama. Saat mengajukan kenaikan gaji ke atasan, kamu tunjukkan bahwa perusahaan akan susah mencari pengganti yang punya kualitas dan pengalaman seperti yang kamu punya.

Selain susah, biaya yang harus dibayar perusahaan juga bakal lebih besar saat mencari pengganti ketimbang biaya kenaikan gaji yang kamu minta. Misalnya saja, biaya rekrutmen, pelatihan, dan juga dampak bagi perusahaan bila kamu keluar.

Semua itu kamu utarakan saat bernegosiasi. Bila perusahaan setuju dengan argumentasimu, mereka akan menaikkan gajimu.

Buat daftar kinerja yang sudah kamu berikan ke perusahaan

Sebelum bernegosiasi, kamu siapkan segala daftar kontribusi yang sudah kamu buat terhadap kemajuan perusahaan. Ingat, daftar ini dibuat bukan berdasarkan pekerjaan yang sudah kamu lakukan, melainkan berdasarkan hasil pekerjaan yang kamu buat terhadap perusahaan.

Contoh yang benar: “Saya sudah berkontribusi dalam mengegolkan proposal proyek B senilai Rp1 miliar.”

Contoh yang salah: “Saya terlibat dalam proyek B.”

Cetak dua kopi daftar kinerja dan kontribusimu bagi perusahaan agar atasan bisa menilai juga. Jangan lupa, highlight besaran kenaikan gaji yang kamu inginkan dalam dokumen itu.

Siapkan jawaban tepat bila bos menolak

Bila atasanmu masih enggan menaikkan gaji, siapkan jawaban dan alasan yang tepat. Misalnya, saat kamu mulai bernegosiasi dan atasanmu bilang, “Kami tidak bisa menaikkan gajimu”, kamu jangan menyerah dulu.

Jawab dengan elegan dan tepat dengan jawaban seperti, “Saya tidak membicarakan kenaikan gaji. Saya hanya ingin berdiskusi soal value saya di perusahaan dan gaji yang saya dapat.” Jawaban itu akan bikin atasan kamu berpikir lagi untuk meninjau kinerja dan kontribusimu.

Bila atasan masih menolak, beri jawaban sopan, tapi tetap menekankan pada kinerja dan kontribusimu bagi perusahaan. Beri argumentasi yang benar-benar menunjukkan bahwa kamu sudah berkontribusi besar bagi perusahaan.

Dengan begitu, atasan bisa melihat dengan jernih bahwa kamu memang punya kontribusi. Atasan tak punya alasan lain untuk tidak menaikkan gaji kamu.

Cara-cara tersebut akan makin efektif bila kamu sudah punya alternatif tempat kerja baru. Perusahaan pun akan berpikir dua kali untuk melepaskanmu dan mencari pengganti.

Bagaimana, sudah siap menegosiasikan kenaikan gaji?