Coba Taktik Ini Saat Ditanya Ekspektasi Gaji Sama HRD

Ilustrasi
Ilustrasi

Sesi wawancara kerja memang penuh pertanyaan tricky dari pihak HRD. Mereka memang sengaja mengorek-ngorek sisi terdalam, baik dari segi hard skill, soft skill, maupun kepribadian, untuk mengetahui apakah calon pegawai yang diwawancarai layak bekerja di perusahaan atau tidak.

Nah, salah satu pertanyaan yang mungkin saja paling rumit untuk dijawab, yakni saat kamu ditanya soal berapa gaji yang kamu harapkan. Baik yang sudah maupun yang belum pernah mengikuti sesi wawancara kerja, pasti merasakan kerumitan menjawab pertanyaan ini. Takut jawabannya terlalu tinggi atau rendah.

Sebenarnya, pertanyaan soal harapan gaji ini bisa dianggap tak etis. Sebab, bisa saja dengan pertanyaan ini, kamu jadi enggak bisa bernegosiasi soal besaran gaji.

Meski dianggap tak etis, HRD bisa dipastikan akan selalu menanyakan soal itu. Bagaimanapun, perusahaan ingin mendapatkan talenta terbaik dengan gaji yang bisa ditekan.

Kabar baiknya, sekarang ini ada taktik yang bisa kamu gunakan untuk menjawab pertanyaan soal gaji tanpa kamu khawatir bakal kehilangan kesempatan mendapatkan pekerjaan. Apa saja, yuk simak.

Sampaikan gajimu saat ini

Cara ini bisa dikatakan termudah. Saat kamu ditanya soal harapan gaji, kamu bisa jawab dengan besaran gajimu saat ini. Namun, kamu juga sampaikan bahwa kamu ingin dibayar lebih besar dari gaji yang sekarang.

Jangan lupa untuk menyampaikan besaran bonus, uang makan, uang transportasi, dan fasilitas lain yang kamu dapatkan di tempat kerja terakhir. Tujuannya, agar pihak HRD bisa menyebutkan angka dari pihak perusahaan.

Naikkan 25% dari gaji terakhir

Kamu bisa menaikkan 25% dari gaji terakhir untuk menjawab pertanyaan ekspektasi gaji. Bila disetujui, kamu bisa mendapatkan besaran yang diharapkan.

Cara ini kerap dipakai oleh kebanyakan orang saat bernegosiasi gaji. Meski begitu, tetap ada risiko yang membayangi. Kamu bisa saja dibayar lebih rendah dari gaji yang sudah disiapkan perusahaan yang kamu tuju.

Sesuaikan dengan pasar lapangan pekerjaan

Sebelum wawancara kerja, ada baiknya kamu meriset berapa gaji rata-rata untuk posisi yang kamu lamar. Hal ini akan berguna bagi kamu untuk memulai negosiasi.

Selain itu, dengan berbasis data dan pasar, perbincangan dengan HRD pun bergeser, yang tadinya personal menjadi lebih formal. Dengan begitu, kamu juga punya nilai tawar tinggi.

Minta lebih tinggi dari gaji di pasaran

Opsi terakhir, kamu bisa menaikkan sedikit dari rerata gaji pasaran di posisi yang kamu lamar. Biasanya, perusahaan sudah punya rumus kisaran gaji yang akan ditawarkan. Untuk menggaet talenta berkualitas, perusahaan akan membayar 25-50% lebih tinggi dari rerata gaji di pasaran dengan posisi yang sama.

Kamu bisa pakai rumus umum tersebut. Lakukan survei dulu, baru naikkan 25-50%. Ini tergantung dari pengalaman dan kemampuan kamu. Jika kamu merasa punya kemampuan dan pengalaman yang bagus, kamu bisa minta 50% lebih tinggi dari gaji pasaran.

Empat taktik tadi bisa kamu pakai saat HRD meminta kamu untuk menyebutkan ekspektasi gaji. Semoga dengan taktik tadi, kamu bisa mendapatkan pekerjaan dan besaran gaji yang kamu inginkan.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.