Daftar Pekerjaan yang Katanya Aman Kalau Terjadi Resesi Sekarang

Seorang guru harus beradaptasi bekerja menggunakan teknologi.
Seorang guru harus beradaptasi bekerja menggunakan teknologi.

Resesi, resesi, dan resesi, begitulah kira-kira pembahasan utama sejumlah media global, termasuk di dalam negeri. Pembahasan soal pelemahan ekonomi ini memang tengah marak dibicarakan.

Pasalnya, sejumlah negara sudah ada yang mengalaminya, seperti Singapura, Hong Kong, Korea Selatan, Jerman, bahkan Amerika Serikat. Nah, Indonesia, katanya tak luput juga dari ancaman resesi. Itulah kenapa kamu pun harus tahu soal ini.

Baca: Alasan Milenial Harus Tahu Apa Itu Resesi

Kenapa kamu harus tahu? Saat terjadi resesi, banyak perusahaan yang bakal terkena dampaknya. Perusahaan tersebut kemungkinan akan melakukan efisiensi, termasuk pengurangan karyawan.

Jadi kesimpulannya, korban resesi ini bisa siapa saja. Termasuk kamu atau perusahaan tempat kamu bekerja.

Meski demikian, ternyata ada lho beberapa pekerjaan yang dinilai tidak terlalu kena dampak resesi. Pekerjaan apa saja sih? Apakah pekerjaan kamu termasuk? Simak yuk.

1. Guru

Selama pendidikan masih ada, maka guru akan selalu dibutuhkan. Kehadirannya di tengah masyarakat, meski sedang pandemi dan perekenomian negara sedang buruk sekalipun, tetaplah penting.

Lagipula terbayang enggak sih negara tanpa pendidikan? Pasti akan tertinggal dari negara lain. Jadi terima kasih Bapak Ibu Guru.

2. Ahli IT

Saat ini, semua hal berbau teknologi dan informasi tentu jadi primadona. Alih-alih terkena dampak, sekarang ahli IT justru jadi profesi yang paling dicari.

Profesi yang bergerak di bidang ini sendiri ada macam-macam. Bisa software engineer, data analyst, programmer, database engineer, web designer, dan masih banyak lagi.

3. Tenaga Medis

Selain ekonomi, kesehatan juga jadi hal yang meninggi permintaannya. Jadi sepertinya masuk akal bila kita memasukkan pekerja medis dalam daftar. Terlebih di masa pandemi ini. Kerja mereka jadi berlipat ganda.

4. Akuntan

Saat kondisi seperti sekarang, seorang akuntan justru lagi sibuk-sibuknya. Seperti dilansir dari Business News Daily, dalam keadaan resesi, perusahaan akan tetap dan sangat membutuhkan seorang akuntan untuk membuat laporan keuangan seperti perpajakan dan lainnya.

Pajak memang harus tetap dibayar meskipun sedang mengalami resesi ekonomi global. Pasalnya, uang dari pajak menjadi salah satu pemasukan yang berharga bagi negara.

5. Aktuaris

Selain akuntan, perusahaan ternyata butuh juga seorang aktuaris. Soalnya dalam keadaan resesi, perusahaan sepertinya bakal menanggung beban yang relatif tinggi. Nah, untuk mengurangi beban tersebut, aktuaris akan membantu menganalisis risiko bisnis lalu mengambil kebijakan untuk pengeluaran perusahaan agar lebih efektif di tengah resesi.

6. Psikolog

Mental seseorang juga jadi bagian paling rentan terkena dampak resesi. Maka dari itu, psikolog sepertinya tetap akan dibutuhkan banyak orang yang tidak ingin stres atau malah justru sudah terkena stres.

7. Arsiparis

Kearsipan jelas jadi hal yang juga penting bila terjadi resesi. Pasalnya jika suatu saat nanti kondisi perusahaan benar-benar tidak terselamatkan, maka dokumen-dokumen akan sangat berharga.

Enggak mau kan kalau ada arsip yang ternyata penting dan bisa disalahgunakan orang lain yang tak bertanggung jawab?

Nah, itulah tadi beberapa pekerjaan yang dinilai cenderung aman bila terjadi resesi. Sebenarnya ada beberapa pekerjaan lain yang dinilai masih punya permintaan tinggi.

Namun perlu digarisbawahi ya, pekerjaan-pekerjaan tersebut bukan berarti tidak terdampak sama sekali. Tapi memang cenderung masih punya permintaan. Ya setidaknya kamu masih punya penghasilan deh meski tidak sebanyak sebelumnya.

Manfaatkan Penghasilan

Artinya, walaupun masih ada penghasilan, kamu tetap harus siap bila skenario terburuk terjadi. Manfaatkan penghasilan kamu sebaik mungkin. Pastikan selalu ada uang yang ditabun, baik untuk dana darurat ataupun investasi.

Upayakan dana darurat setidaknya sebesar 3-6 bulan penghasilan. Dorong diri kamu untuk berinvestasi. Kamu bisa mengandalkan reksa dana ataupun obligasi yang mudah dipelajari untuk pemula dan minim risiko dibanding lainnya.

Manfaatkan aplikasi mobile WELMA untuk membantumu mengelola keuangan agar bisa berinvestasi. Aplikasi ini jadi pilihan milenial karena beginner friendly dan memiliki fitur lengkap.

Penasaran apa itu WELMA?

Klik WELMA di sini, aplikasi investasinya anak milenial.