Enggan Negosiasi Gaji, Menyesal Kemudian

Negosiasi Gaji
Negosiasi Gaji

Gaji merupakan upah yang diberikan sebuah perusahaan pada karyawan yang sudah melakukan kewajiban pada perusahaan. Namun, bagi lulusan baru, gaji dianggap sebagai sesuatu yang sifatnya pasti dan tidak bisa ditawar.

Buktinya, hasil survei ZipRecruiter menyebut, 64% lulusan baru (50 ribu pekerja) di Amerika Serikat (AS) menerima begitu saja gaji pertama mereka tanpa pernah menawar. Selain itu, disebutkan pula bahwa pekerja berpengalaman usia 45-54 tahun mengaku tak pernah melakukan negosiasi kerja untuk mendapat gaji yang lebih tinggi.

Seperti dikutip CNBC, firma karier Glassdoor menemukan bahwa rata-rata pekerja di AS mendapat gaji 13,3% lebih rendah per tahun dibanding rata-rata gaji di pasaran untuk tanggung jawab dan posisi yang sama.

Survei Journal of Organizational Behavior itu juga menemukan, mereka yang meminta kenaikan gaji dalam negosiasi kerja, mendapat gaji setidaknya US$5.000 lebih besar.

Lalu, apa alasan para pekerja tidak melakukan negosiasi gaji?

Alasan utama bagi para lulusan baru, mereka sadar pasti mendapat gaji lebih kecil dan masih punya banyak kesempatan dan peluang untuk mendiskusikan kenaikan gaji tiap tahun.

"Tidak melakukan negosiasi mungkin membuat tawaran hilang. Padahal, ketika ada yang melakukan negosiasi gaji, perusahaan bisa melihat keyakinan dan kepercayaan diri orang tersebut pada kemampuannya," kata ekonom ZipRecruiter Julia Pollack.

Ketika akhirnya kamu memutuskan untuk negosiasi, Julia menyarankan, kamu harus punya modal kuat dan permintaan yang masuk akal. Demikian, perusahaan bisa lebih menghargai kamu.

"Tentu, kamu harus datang dengan sopan dan profesional," tambahnya.

Jadi, bila kamu bermaksud pindah kerja di tahun depan, tak ada salahnya untuk negosiasi kerja?