Freelancer Bakal Semakin Dicari di Era New Normal

Ilustrasi freelancer.
Ilustrasi freelancer.

Tak bisa dimungkiri bahwa pandemi COVID-19 telah membawa perubahaan besar di dunia bisnis. Banyak perusahaan yang terpaksa harus memangkas jumlah karyawannya dan memindahkan kegiatan operasional secara virtual.

Namun, di balik itu semua, kebutuhan akan freelancer dilaporkan terus meningkat. Menurut Flexing It, sebuah platform untuk freelancer, ada peningkatan sebesar 75% untuk pekerjaan freelance yang dipublikasikan melalui platform mereka.

"Platform kami menerima kenaikan permintaan yang signifikan terhadap konsultan lepas dan pekerja lepas pada bulan April 2020," ujar CEO Flexing It Chandrika Pasricha seperti dikutip Economic Times.

Tren ini bisa jadi akan terus berlangsung hingga era new normal nanti. Prediksi tersebut cukup masuk akal memang, karena ketika PSBB berakhir, para pemilik bisnis dianjurkan untuk membatasi jam kerja serta jumlah karyawan yang datang ke kantor.

Kondisi ini yang akhirnya membuat pekerja freelance lebih diminati karena lebih sesuai dengan kondisi saat ini. Selain itu, firma PeopleStrong juga memprediksi sekitar 25-30% pekerja dari berbagai sektor seperti IT, startup, ritel dan logistik akan dikonversi menjadi pekerja freelance di masa mendatang.

Melihat tren yang berkembang, tak ada salahnya jika kamu mulai membekali diri dari sekarang. Siapa tahu suatu hari nanti kamu akan beralih profesi menjadi freelancer, tentunya sesuai dengan skill yang kamu miliki ya. Setidaknya ada tiga soft skill yang harus dikuasai untuk menjadi seorang freelancer andal. Apa saja itu?

Pertama, kemampuan komunikasi. Karena pekerjaan dilakukan secara remote, biasanya arahan pekerjaan hanya akan disampaikan melalui e-mail atau telepon. Maka dari itu komunikasi sangat penting agar kamu harus bisa menangkap pesan pemberi kerja dengan jelas. Jangan sampai terjadi revisi berulang-ulang karena miskom.

Kedua, manajemen waktu. Karena freelancer biasanya pekerjaan akan dikerjakan dari rumah, kamu harus memiliki kemampuan mengatur waktu yang baik agar pekerjaan dapat terselesaikan tepat waktu. Atur prioritas pekerjaan dan buat target agar kamu termotivasi untuk bisa menyelesaikannya tepat waktu.

Ketiga, manajemen stres. Menjalani profesi sebagai freelancer bukan berarti kamu akan jauh dari stres. Faktanya, freelancer juga akan mengalami tekanan pekerjaan yang sama dengan para karyawan tetap. Maka, kamu wajib memiliki kemampuan untuk mengatasi stres dan keluar dari tekanan, agar pekerjaan dapat selesai sesuai harapan.

Keempat, manajemen keuangan. Tak seperti karyawan tetap yang mendapatkan gaji tetap, tunjangan, asuransi kesehatan, dan lainnya, para freelancer tak mendapatkan itu semua. Sehingga, kamu perlu banget memiliki kemampuan mengelola keuangan yang baik.

Selain menggunakan penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari, kamu juga wajib berinvestasi. Terlebih di kondisi pandemi seperti sekarang yang belum jelas kapan akan berakhir. Sehingga, menyiapkan dana simpanan sangat penting untuk menghadapi ketidakpastian.

Untungnya investasi sekarang sudah gampang banget. Kamu bisa mengandalkan WELMA untuk berinvesasi dari rumah. Aplikasi WELMA sekarang sudah tersedia untuk Android dan juga iOS lho. Yuk, klik di sini untuk cari tahu tentang WELMA.