Habis Lebaran, What's Next?

Ilustrasi
Ilustrasi

Lebaran telah usai. Kita sudah harus bersiap menjalani hidup new normal di tengah pandemi. Pemerintah pun melalui Kementerian Kesehatan sudah menerbitkan panduan untuk bekerja di situasi new normal.

Pertanyaannya, apa sih new normal? Lalu kenapa perlu panduan segala? Kita coba pahami pelan-pelan ya.

Sebenarnya tidak ada definisi resmi dari istilah ini. Namun yang jelas new normal dipahami sebagai situasi yang berubah dan menjadi biasa karena pandemi.

Kita langsung ambil contoh gampangnya aja ya. Misalnya di minimarket.

Sekarang mungkin kamu melihat di tiap minimarket ada tempat cuci tangan. Dulu enggak ada, kan?

Tapi sekarang, adanya pandemi mengharuskan setiap minimarket memilikinya. Nah, nantinya, perubahan ini akan jadi hal yang biasa saja. Orang enggak akan heran atau kaget lagi kalau di tiap minimarket ada tempat cuci tangan. Itulah new normal.

Contoh lain misalnya barang-barang bawaan. Dulu, mungkin orang bakal balik lagi ke rumah saat HP atau dompetnya ketinggalan. Nah, sekarang, orang bakal balik lagi kalau masker juga ketinggalan.

Perubahan karena pandemi seperti itu ada banyak banget. Jadi wajar kalau sampai banyak orang membuat bukunya. Termasuk pemerintah kita yang sampai bikin panduan untuk orang bekerja di situasi new normal.

Lalu kenapa sih kita perlu tahu soal hal ini? Jawabannya simpel: karena habis Lebaran ini, sepertinya kita memang benar-benar akan menjalaninya. Artinya, kita harus legowo dan adaptif.

Soalnya Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus saja telah mengimbau pemerintah semua negara untuk mempersiapkan pelonggaran pembatasan terkait COVID-19. Menurutnya, sudah waktunya mendidik, melibatkan, dan memberdayakan masyarakat untuk hidup di bawah new normal.

Kenapa? Karena COVID-19, kata dia, masih sulit dikendalikan sampai 5 tahun mendatang.

Hal ini kemudian diinterpretasikan sama pemerintah kita. Dalam bahasanya, Presiden Joko Widodo mengatakan: “Kita harus hidup berdamai dengan COVID-19”.

Menurutnya, hidup tak bisa seterusnya dalam pembatasan yang terlalu ketat, karena banyak hal yang terdampak dan roda perekonomian harus jalan. Kita pun diperbolehkan untuk kembali beraktivitas asalkan dengan tetap menaati peraturan kesehatan yang berlaku.

Nah, sampai di sini sudah mulai ketemu benang merahnya, kan? Intinya, sampai vaksin ditemukan, rupanya kita akan kembali bekerja dengan new normal. Kita akan kembali bekerja dengan aturan kesehatan yang baru dan semangat yang baru.

Itulah kenapa kita memang butuh panduan tadi. Kita perlu tahu apa saja yang perlu dilakukan, terutama saat di luar rumah misalnya seperti kantor.

Dalam panduan yang dibuat pemerintah sendiri memang lebih kepada panduan pencegahan dan pengendalian COVID-19 di lingkungan kantor dan industri.

Apa saja sih? Simak yuk. Panduan pencegahan dan pengendalian COVID-19 seperti dilansir dari web resmi Kementerian Kesehatan.

Siap untuk mulai? Anak Indonesia tentu bisa. Jaga kesehatan ya.

Simak tips tetap ber-physical distancing di situasi new normal berikut.